Adipati Pengging dan Ponorogo (Rengeng rengeng lirih ngantuk)

Adipati Pengging dan Ponorogo

Sang Patih diperintahkan untuk memanggil adipati Pengging dan Adipati Ponorogo, karena putranya Raden Gugur di Majapahit masih kecil, belum saatnya maju perang. Setelah memberi perintah demikian, Sang Prabu kemudian pamit hendak mengungsi ke Bali. Ia diiringkan dua abdi terkasih, Sabdapalon dan Nayagenggong.

Ketika Sang Prabu memberi perintah demikian, wadyabala Demak sudah membuat abrisan mengepung negara, maka terburu-buru perjalanannya. Wadya Demak kemudian perang dengan pasukan Majapahit. Para Sunan sendiri yang memimpin peperangan. Patih Majapahit mengamuk di tengah peperangan. Para Bupati Nayaka Majapahit delapan orang juga ikut mengamuk. Perang itu sangat ramai. Pasukan Demak tiga puluh ribu, pasukan Majapahit hanya tiga ribu. Karena Majapahit digulung musuh yang jumlahnya sekian banyak itu, prajuritnya banyak yang tewas berguguran. Hanya Patih dan Bupati Nayaka yang mengamuk semakin maju. Setiap prajurit Demak yang diterjang pasti mati tegelempang. Putra Sang Prabu bernama Raden Lembu Pangarsa mengamuk di tengah peperangan, bertanding dengan Sunan Kudus. Ketika sedang ramai-ramainya perang tanding itu, Patih Mangkurat dari Demak meluncurkan tombaknya. Putra raja terluka dan semakin hebat mengamuk. Ia menerjang bagaikan banteng terluka, tidak ada yang ditakuti.

Patih Majapahit tidak mempan senjata apapun, seperti tugu baja, tidak ada senjata yang bisa menggores tubuhnya, siapa pun yang diterjang bubar berlarian, yang menghadang terjungkal mampus. Bangkai manusia tumpang tindih. Patih diberondong (peluru) dari kejauhan. Jatuhnya peluru seperti hujan jatuh di batu watu. Sunan Ngundung menghadang kemudian memedangnya tetapi tidak mempan. Sunan Ngundung balas ditombak, tewas. Patih lalu dikerubuti prajurit Demak. Pasukan Majapahit lama-lama habis. Seberapa kuat satu orang sendirian, akhirnya Patih Majapahit gugur. Tetapi kuwedane musnah dan meninggalkan suara, “Ingat-ingat orang Islam, kalian diberi kebaikan oleh rajaku tetapi membalas kejahatan, tega merusak negara Majapahit, merebut negara melakukan pembunuhan. Kelak kubalas, kuajari kalian benar salah, kutiup kepala kalian, kucukur rambut kalian bersih-bersih.”

Setewasnya Patih Majapahit, para Sunan kemudian masuk ke istana. Tetapi Sang Prabu sudah tidak ada, yang ada hanya Ratu Mas, yaitu putri Campa, Sang Putri diajak menyingkir ke Bonang. Para prajurit Demak kemudian masuk ke istana. Mereka merampok sampai bersih. Orang kampung tidak ada yang berani melawan. Raden Gugur yang masih kecil melarikan diri. Adipati Terung kemudian masuk ke dalam istana, membakari semua buku-buku ajaran Buddha. Orang-orang di sekeliling istana bubar, beteng dan bangsal dijaga anak buah Adipati Terung. Orang Majapahit yang tidak mau takhluk kemudian mengungsi ke gunung dan hutan-hutan. Adapun yang mau takhluk, kemudian dikumpulkan dengan orang Islam, disuruh bersyahadat. Mayat para keluarga istana dan pamong praja dikumpulkan, dikubur di sebelah tenggara istana. Kuburan tadi dinamakan Bratalaya. Menurut suatu riwayat disitu juga kuburan Raden Lembu Pangrasa.

Pesantren Ampelgading
Kabupaten Terung

Sesudah tiga hari, Sultan Demak berangkat ke Ampel. Adapun yang ditugaskan menunggu di Majapahit adalah Patih Mangkurat serta Adipati Terung. Mereka diperintahkan menjaga keamanan keadaan dan segala kemungkinan yang terjadi. Sunan Kudus menjaga di Demak menjadi wakil Sang Prabu. Di Kabupaten Terung juga dijaga ulama tiga ratus, setiap malam mereka shalat hajat serta tadarus Al Qur’an. Sebagian pasukan dan para Sunan ikut Sang Prabu ke Ampelgading. Sunan Ampel sudah wafat, hanya tinggal istrinya. Istri beliau asli dari Tuban, putra Arya Teja. Setelah wafatnya Sunan Ampel, Nyai Ageng menjadi sesepuh orang Ampel. Sang Prabu Jambuningrat sesampainya di Ampel, kemudian menghaturkan sembah kepada Nyai Ageng. Para Sunan dan para Bupati berganti-ganti menghaturkan sembah kepada Nyai Ageng. Prabu Jimbuningrat berkata bahwa dirinya baru saja menyerbu majapahit, dan melaporkan hilangnya ayahanda serta Raden Gugur. Ia juga melaporkan kematian Patih Majapahit dan berkata bahwa dirinya sudah menjadi raja seluruh tanah Jawa bergelar Senapati Jimbun. Beliau meminta restu, agar langgeng bertahta dan anak keturunannya nanti jangan ada yang memotong.

Nyai Ageng Ampel mendengar perkataan Prabu Jimbun, menangis seraya merangkul Sang Prabu. Hati Nyai Ageng tersayat-sayat perih. Demikian ia berkata “Cucuku, kamu dosa tiga hal. Melawan raja dan orang tuamu, serta yang memberi kedudukan sebagai bupati. Mengapa kamu tega merusak tanpa kesalahan. Apa tidak ingat kebaikan Uwa Prabu Brawijaya? Para ulama diberi kedudukan dan sudah membuahkan rizki sebagai sumber makannya, serta diberi kemudahan dan dibebaskan menyebarkan agama? Seharusnya kamu sangat berterima kasih, tapi akhirnya malah kamu balas kejahatan, kini mati hidupnya beliau pun tidak ada yang tahu.”

Nyai Ageng kemudian menanyai Sang Prabu, katanya, “Angger ! Aku akan bertanya kepada kamu, jawablah sebenarnya, ayahandamu yang benar itu siapa? Siapa yang mengangkat kamu menjadi raja di tanah Jawa dan siapa yang mengizinkan kamu? Apa sebabnya kamu menganiaya orang tanpa dosa?”

Raden Patah kemudian menjawab, bahwa Prabu Brawijaya adalah benar-benar ayahandanya yang mengangkat dirinya menjadi raja memangku tanah Jawa dan semua bupati pesisir, dan yang mengizinkan para Sunan. Mengapa negara majapahit dirusak, karena Sang Prabu Brawijaya tidak berkenan masuk agama Islam, masih mempercayai agama kafir, Buda kawak dawuk seperti kuwuk.

Nyai Ageng mendengar jawaban Prabu Jimbun, kemudian menjerit seraya merangkul Sang Prabu, dengan berkata, “Angger! Ketahuilah, kamu itu dosa tiga hal mestinya kamu dikutuk oleh Gusti Allah. Kamu berani melawan Raja lagi pula orang tuamu sendiri, serta orang yang memberi anugrah kepada kamu. Kamu beran-beraninya mengganggu orang tanpa dosa. Adanya Islam dan kafir siapa yang menentukan, selain hanya Gusti Allah sendiri. Orang beragama itu tidak boleh dipaksa, harus keluar dari keinginan diri sendiri. Orang yang kukuh memegang agamanya sampai mati itu utama. Apabila Gusti Allah sudah mengizinkan, tidak usah disuruh, sudah pasti dengan sendirinya memeluk agama Islam. Gusti Allah bersifat rahman, tidak memerintahkan dan tidak menghalangi kepada orang beragama. Semua ini atas kehendaknya sendiri-sendiri.

Gusti Allah tidak menyiksa orang kafir yang tidak bersalah, serta tidak memberi ganjaran kepada orang Islam yang bertindak tidak benar, hanya benar dan salah yang diadili dengan keadilan. Ingat-ingatlah asal-asalmu, ibu-mu Putri Cempa menyembah Pikkong, berwujud kertas atau patung batu. Kamu tidak boleh benci kepada orang yang beragama Buddha. Matamu itu berkacalah, agar tidak blero penglihatanmu, tidak tahu yang benar dan yang salah. Katanya anaknya Sang Prabu, kok tega menelan kepada ayahanda sendiri. Bisa-bisanya sampai hati merusak tata krama. Berbeda matanya orang Jawa. Orang Jawa matanya hanya satu, maka ia menjadi tahu benar dan salah, tahu yang baik dan yang buruk, pasti hormat kepada ayah, kedua kepada raja yang memberi anugrah, ia wajib dijunjung tinggi.

Ikhlasnya hati bakti kepada ayah, tidak berbakti kepada orang kafir, karena sudah kewajiban manusia berbakti kepada orang tuanya. Kamu aku dongengi, Wong Agung Kuparman, itu beragama Islam, punya mertua kafir, mertuanya benci kepada Wong Agung karena lain agama, mertuanya selalu mencari cara agar menantunya mati. Tetapi Wong Agung selalu hormat dan sangat menjunjung tinggi kedua orang tuanya. Ia tidak memandang orang tua dari segi kekafirannya, tetapi posisinya sebagai orangtuanya. Maka Wong Agung selalu menjunjung hormat kepaa mertuanya itu. Itulah angger yang dinamakan orang berbudi baik. Tidak seperti tekadmu, ayahanda disia-siakan, mentang-mentang kafir Buddha tidak mau berganti agama. Itu bukan patokanmu. Aku akan bertanya sekarang, apakah kamu sudah memohon kepada orang tuamu, agar beliau pindah agama? Mengapa negaranya sampai kamu rusak itu bagaimana?

Prabu Jimbun berkata, bahwa ia belum memohon pindah agama, sesampainya di Majapahit langsung saja mengepung. Nyai Ageng Ampel tersenyum sinis dan berkata, “Tindakanmu itu makin salah. Para Nabi di jaman kuno, ia berani kepada orang tuanya itu karena setiap hari sudah mengajak berpindah agama, bahkan sudah ditunjukkan mukjizat kepadanya, tetapi tidak berkenan. Karena setiap hari sudah dimohon agar memeluk agama Islam, tetapi ajakan tadi tidak dipikirkan, masih melestarikan agama lama, maka kemudian dimusuhi. Jika demikian caranya, meskipun melawan orang tua, lahir batin tidak salah. Tapi orang seperti kamu? Mukjizatmu apa? Apabila benar Khalifatullah berwenang mengganti agama, coba keluarkan apa mukjizatmu, aku lihat?”

Prabu Jimbun mengakui bahwa ia tidak memiliki mukjizat apa-apa, hanya menurut perkataan buku, katanya apabila mengislamkan orang kafir besok akan mendapat ganjaran surga. Nyai Ageng Ampel tersenyum tetapi tambah amarahnya. Kata-kata saja koq dipercayai, pun bukan buku dari leluhur. Orang mengembara kok diturut perkataanya, yang mendapat celaka ya kamu sendiri. Itu pertanda ternyata masih mentah pengetahuanmu. Berani kepada orang tua, karena keinginanmu menjadi raja, kesusahannya tidak dipikir. Kamu itu bukan santri yang tahu sopan santun, hanya mengandalkan surban putih, tetapi putihnya kuntul, yang putih hanya di luar, di dalam maerah. Ketika kakekmu masih hidup, kamu pernah berkata bila akan merusak Majapahit, kakekmu melarang. Malah berpesan dengan sungguh-sungguh jangan sampai memusuhi orang tua. Sekarang kakekmu sudah wafat, wasiatnya kamu langgar. Kamu tidak takut akibatnya? Kini kamu minta izin kepadaku, untuk menjadi raja di tanah Jawa, aku tidak berwenang mengizinkan, aku rakyat kecil dan hanya perempuan, nanti buwana balik namanya. Karena kamu yang semestinya memberi izin kepadaku, karena kamu Khalifutullah di tanah Jawa, hanya kamu sendiri yang tahu, seluruh kata-katamu lidah api. Aku sudah tuwa tiwas, sedangkan jika kamu nanti tia, akan tetap menjadi tuanya seorang raja.”

Nyai Ageng Ampel

Nyai Ageng Ampel berkata lagi, “Cucu! Kamu aku ceritakan sebuah kisah, dalam Kitab Hikayat diceritakan di tanah Mesir, Kanjeng Nabi Dawud, putranya menginginkan tahta ayahandanya. Nabi Dawud sampai mengungsi dari negara, putranya kemudian menggantikannya menjadi raja. Tidak lama kemudian Nabi Dawud bisa kembali merebut negaranya. Putranya naik kuda melarikan diri kehutan, kudanya lepas tersangkut-sangkut pepohonnan, sampa iia tersangkut tergantung di pohon. Itulah yang dinamakan hukum Allah.

Ada lagi cerita Sang Prabu Dewata Cengkar, ia memburu-buru tahta ayahandanya, tetapi kemudian dikutuk oleh ayahandanya kemudian menjadi raksasa, setiap hari makan manusia. Tidak lama kemudian, ada Brahmara dari tanah seberang datang ke Jawa bernama Aji Saka. Aji Saka memamerkan ilmu sulap di tanah Jawa. Orang jawa banyak yang cinta kepada aji Saka, dan benci kepada Dewata Cengkar. Ajisaka diangkat menjadi raja, Dewata Cengkar diperangi sampai terbirit-birit, tercebur ke laut, dan berubah menjadi buaya, tidak lama kemuian mati. Ada lagi cerita di Negara Lokapala juga demikian, Sang Prabu Danaraja berani kepada ayahandanya, hukumnya masih seperti yang kuceritakan tadi, semua menemui sengsara. Apa lagi seperti kamu, memusuhi ayahanda yang tanpa tata susila, kamu pasti celaka, matimu pasti masuk neraka, yang demikian itu hukum Allah”. Sang Prabu Jimbun mendengar kemarahan eyang putrinya menjadi sangat menyesal di hati, tetapi semua sudah terjadi.

Nyai Ageng Ampel masih meneruskan gejolak amarahnya, “Kamu itu dijerumuskan oleh para ulama dan para Bupati. Tapi kamu koq mau menjalani, yang mendapat celaka hanya kamu sendiri, lagi pula kehilangan ayah, selama hidup namamu buruk, bisa menang perang tetapi musuh orang tua raja. Karena itu bertobatlah kepada Yang Maha Kuasa, kiraku tidak bakal memperoleh pengampunan. Pertama memusuhi ayah sendiri, kedua membelot kepada Raja, ketiga merusak kebaikan dan merusak negara tanpa tahu adat. Adipati Ponorogo dan Adipati Penging pasti tidak akan menerima rusaknya Majapahit, pasti ia akan membela kepada ayahnya, itu saja sudah berat tanggunganmu.”

Nyai Ageng tumpah-ruah meluapkan amarahnya kepada Prabu Jimbun. Setelah itu, Sang Prabu diperintahkan kembali ke Demak, serta diperintahkan agar mencari hilangnya ayahandanya. Apabila sudah bertemu dimohon pulang kembali ke Majapahit, dan ajaklah mampir ke Ampelgading. Akan tetapi apabil tidak berkenan, jangan dipaksa, karena jika sampai marah maka ia akan mengutuk, kutukannya pasti makbul.

About these ads

Posted on 19/09/2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 20 Komentar.

  1. cerita gak berdasar blas..angel dipercaya pasti nih cerita ngawur…

    • Hanya cerita di buku karangan HC Andersen yg bs d percaya.
      kalau kejahatan pasti kalah melawan kebaikan
      jagoan pasti menang
      jangan percaya si buta dr gua hantu…
      soalnya rumahnya berhantu
      hehehe

  2. @kudagunung

    mas…daleeeem buanget….

    salam kang mas spsw nusantara..

  3. Ada ada saja..

  4. BERKEMBANG

    Selamat malam kagem semuanya

    Kitab bangsa liya dipercaya, taqlid buta
    Kitab negeri sendiri dinafikan
    Itulah ciri ciri manusia keblinger
    Bumine dewe ora dianggep suci
    Mbahe dewe ora diajeni, mbah bangsa liya dipuja puja
    Karya bangsa sendiri yg jelas sarat tek. Sipil architec..simetris, dunia mengakuinya
    Bangunan kotak dipuja puja
    Ngapunten ke brain wash..bagai katak dalam tempurung
    Lambang negeri sendiri dinafikan

    Mugi mugi kita dadi bangsa kang tasah eling terus
    Sing keblinger ndang sadar

    Bumi Pertiwi bersaksi
    Ajaran sangkan paran balik nang asalmu
    Ajaran luhur bumi piyambak berkembang memayungi negeri tercinta

    • Salam Mas SUARA……

      Saya nderek dan sarujuk dengan pendapat dan sikap Njenengan…..

      Salam Nusantara , Jaya NKRI

  5. Salam Mas SUARA…sedoyo sederek lan porosepuh….

    Sebelum menulis , saya mengawali uluk salam dan hormat kepada semuanya…..

    Tulisan kami ini berdasarkan bukan cerita dari orang lain dan bukan dongeng semata tapi suatu kenyataan atau peristiwa nyata…..peristiwa dan kegiatan yang kami lakukan jelas ada resiko besar , resiko sakit dan bahkan meninggal dunia karena amarah mereka yang tidak terlihat mata dhohir……he he boleh percaya boleh tidak…..

    Mereka mempunyai ketua atau Big Bos , kekuatan pemimpin ini begitu nggegirisi , dia yang bisa menyatu dengan alam atau udara dan itu artinya dia dan para laskarnya bisa menyusup ke alam pikiran manusia sehingga manusia bisa menjadi orang yang sudah tidak lagi memakai akal dan pikiran normal dan sehat , tidak memakai hati nuraninya tapi lebih mengutamakan ke egoan dan rasa fanatik yang keblablasan….

    Akibat dari rasa fanatik dan merasa paling benar dalam kepercayaan menyembah Tuhan sudah kita ketahui dengan bukti bukti yang sudah berlangsung amat lama di Negeri Nusantara ini dan juga di negara manca disana , negara yang selalu dirudung dengan pertempuran antar saudaranya sendiri..hidup yang terkotak kotan , tidak rukun , sengaja memisahkan diri , membedakan dirinya dari kelompok manusia yang lain….hilang roso manungso nya….tidak ada lagi roso rumongso , roso sifat Tuhan yang welas asih adil bijak yang sudah tertanam dan sudah manjing dalam dirinya seakan dimatikan atau hilang…..

    Kabar dan berita dari dunia lain yang cukup sering dan beruntun , kabar yang mengisyaratkan agar kami dalam hidup untuk selalu berhati hati dan tidak klira kliru dalam memaknai sifat sifat Tuhan YME…..tidak klira kliru ketika belajar dalam hidup dan kehidupan., tidak klira kliru dan anut grubyuk , menelan mentah mentah apa yang telah dibaca dan yang didengar….lalu dengan bangganya mengatakan siapa dirinya dan siapa diri orang lain yang tidak se agama atau se iman.. kata dan anggapan atau tuduhan ini begitu menyakitkan hati mereka, merendahkan . tidak memanusiakan manusia dan dianggap atau disejajarkan dengan binatang ternak……

  6. Tempat dan bangunan yang dianggap sangat saklar telah ambruk dan roboh rata dengan tanah…..

    Gambar wajah yang dipuja telah dihilangkan…..

    Bendera Agama telah patah dan bendera dengan tulisan yang aduhai itu jatuh ke tanah , dan para pengusung bendera itu ibarat seperti ” zombie ” berjalan…..para manusia tanpa rasa dan tanpa rasa hidup……….

    Salib yang patah dan pecah…..

    Tulisan yang disembah juga telah dihunus dengan pedang….

    Tulisan yang dianggap sebagai wahyu dan kebenaran ternyata terbakar cukup banyak , meninggalkan isinya yang sedikit dan utuh / tidak terbakar….

    Para Beliau telah hadir dan mergawe dengan perbuatan yang tanpa putus , mengawasi manusia dan bumi ini…….

    Masih banyak yang lain , masih banyak yang tidak bisa kami sampaikan…..

    Ya Gusti kang Akaryo Jagad…..nyuwun pangapunten , mugiyo sedoyo mahluk ingkang dereng mangertos diparingi pituduh , diparingi pangapuro….

    Si Hitam Mengkilat juga telah terlihat menancapkan keris di bumi ini selama 2 x dan kami mengartikan dan memaknai agar poro ksatrio jowo nuswantoro enggalo wungu saking sare , gregah tangi , tumandang gawe kanggo anak cucu ,

  7. Sang Budha juga sudah menampakan dirinya…..

    Sosok yang begitu anggun dan damai…..

    Jatuhnya ditempat sana yang panas dengan tanda suara yang menggelegar dan menimbulkan debu dan angin yang menghantam ….seolah dan mengisyaratkan manusia untuk melihat dan kembali kedalam rasa hati nuraninya , menumbuhkan budi luhur atau perbutan baik yang tidak melukai atau menyakiti manusia lain atau dirinya sendiri….tidak menjerumuskan dirinya dalam karma buruk…

    Sang Budha dalam tubuhnya ada gambar alam semesta dan tubuhnya seakan berkata dan bercerita tentang bagaimana hidup dengan baik benar dan lurus…..

    Tulisan kami bukan untuk membela atau memusuhi kepercayaan tertentu , karena kami lebih percaya dan lebih memilih kepada hal hal yang memang baik dan benar , baik dan benar bukan karena mengikuti agama dan kepercayaan tapi lebih mengutamakan dan mendengar hati nurani kami karena dan sebenarnya Dzat DIA ada dalam semua mahluk dan juga di semua benda ujud / alam semesta ini….

    Peristiwa atau gambar gambar gaib yang kami lihat / telah kami terima sepertinya akan menuju kepada hilir , menuju kepada satu atau sesuatu titik yang sangat fokus yaitu terbongkarnya kebohongan dan kepalsuan , kebohongan dan kejahatan manusia dengan bersembunyi dibalik agama…..

  8. sebener nya udah agak lama kang, gambar & berita ttg tanah seberang…

    sampe gregetan, kpn akan terjadi ???

  9. karena klo tidak terjadi, kebaikan dan kebenaran tdk akan bisa muncul…

  10. Ternyata gangguan dan keusilan sering datang…..kadang melalui gambar yang datang kepada anak ragil……ooh begitu ta leh ??…suwun…bapakmu memang sering diusilin orang yang merasa dan mengaku sakti…..

    Ternyata berilmu merasa lebih dari yang lain telah menghasilkan dan menumpuk karma dan semua itu akan kembali kepada dirinya sendiri… ngunduh wohing pakarti…..

    Mengingatkan terhadap sesuatu yang diduga dan berakibat buruk memang bisa dianggap memusuhi , tidak suka dan tidak hormat atau benci…..bukan , bukan begitu maksudnya , saya lebih kasihan kepada masyarakat atau warga Negeri ini bila mereka telah diberi janji yang ternyata palsu….

    Melihat apakah orang itu baik atau tidak , bisa dilihat dari perbuatan sehari hari , perbuatan yang menghasilkan hal positip atau tidak terhadap masyarakat atau lingkungan , menyenangkan hati orang atau menyakitkan….
    Manusia yang baik bisa dilihat ,di ingat dan didengar apa apa yang pernah dikatakan….ucapan adalah sebagai janji yang harus ditepati…..

    Tidak kah kita sudah melihat dan merasakan bukti dari janji para pemimpin di negeri ini ketika mereka mendengungkan misi dan visinya , dengan janji sucinya ??…..bahkan ironis , mereka malah menjadi para pelanggar….

    • njenengan sering diusilin tah…? itu sih wajar hehe….
      sy kok kena juga ya padahal bukan “pemain”…. sampai nungsang njempalik haha…
      yg terjadi, terjadilah…. semua tercatat di langit.
      andum slamet.

  11. Saya dan sebagian besar warga negeri ini , sudah eneg , jeleh bosan mau muntah ketika melihat banyak peristiwa korupsi yang sudah terbongkar dan bahkan dalam hal urusan yang sangat penting dan sakral bagi umat juga terjadi korupsi ,sekarang sedang ditangani , tentang kasus korupsi haji di DEPAG….

    Negeri ini seperti sarang penjahat dan penyamun dan tidak ada seseorang pemimpin yang mampu dan bisa melenyapkan para koruptor dan para pelanggar hukum…..

    Apa dan siapa yang kita harapkan untuk membenahi Negeri ini , tentunya para pemimpin di bidang masing masing, eksekutif , yudikatif dan legislatif…dan ternyata mereka menjadi para pelaku kejahatan , meskipun tidak semuanya , tapi dan setidaknya itu sebagai cerminan bahwa negeri ini belum dipimpin oleh manusia yang tegas jujur dan adil………

    Bagaimana untuk bisa merubah keadaan Nusantara menjadi sangat beda dan berganti menjadi negara Mercusuar dan sebagai panutan negeri tetangga

    Apakah Tuhan dan Alam akan ikut campur secara langsung dalam membenahi negeri ini dengan istilah ” ngruwat ” dan bagaimana akibatnya ??,,,
    Bumi Nusantara ini memang perlu diruwat , ini memang kabarnya… mungkin poro sederek akan menduga dan membayangkan banyak kejadian dan peristiwanya ketika alam ini diruwat oleh Tuhan sendiri…….

    Bergantung atau menggantungkan nasib kepada pemimpin negeri ini seperti menunggu kapal gabus tenggelam atau seperti menunggu mengapungnya batu kali…..tangeh lamun bila Tuhan tidak menolong…..karena negeri ini sudah benar benar rusak , dirusak oleh orang kita sendiri dan para teman nya dari luar sana….

  12. Ojo klera kliru panompo , tentang apa yang saya sertakan di blog ini…..

    Kita semua adalah pengharap dan pendoa saja , karena kita sebagai rakyat kecil yang tidak punya daya dan upaya , apalagi kuasa…..

    Blog ini hanya sebagai curhatan hati , sebagai teman sehari hari karena kegalauan hati dan rasa sedih ketika melihat derita orang orang kecil yang hidup melarat di lingkungan kami…..

    Doa ” kami ” yang tidak pernah putus kepada Tuhan YME untuk kebaikan dan ketentraman serta sentosa makmurnya Nusantara….doa kami dan juga doa rakyat serta porosepuh yang masih hidup atau sudah swargi…..

    Kami memang dan hanya sebagai manusia yang ” merasa ” atau memakai dengan ” rasa ” ketika melihat dan menilai sesuatu karena logika dan akal menjadi tumpul tidak bisa menjawab , kenapa dan mengapa…
    Rasa atau merasa ini memang bisa salah atau tidak sangat tepat , berakibat kebingungan , bisa menjadi racun atau madu yang mengobati rasa sakit….sedikit demi sedikit hal ini sudah tidak kami anggap sebagai gangguan , dengan cara cuek , embuh ora weruh atau sak karepe sing ngecet lombok….

  13. Semalam , saya sengaja tidur agak sore , ingin menunggu ” sesuatu ‘ yang diketahui oleh si ragil….tapi ternyata tidak ada gambaran apa apa …

    Terjaga atau tertidur bagi kami tidak ada bedanya karena semua kabar tergantung dari si ” pemberi “….melalui cara apapun bagi mereka mungkin tidak sulit…

    Kami bukan pencari atau “blusukan” cari berita karena kami tidak bisa apa apa , tidak mempunyai ilmu lebih , kami hanya menerima , hanya pen doa dan pengharap demi kebaikan diri kami / keluarga atau demi orang lain….

  14. Sugeng enjing sedoyo sedherek Rahayu..

    Pengen diberi apa tho Kang JS … kan sudah saya beri banyak. wkwkwkwkwk
    saya malah diberi sedikit terus. hihihi
    dulu saya bilang gulung depag gulung MUI… nah sekarang saya masih nunggu gulung depsos dan PMI

    Bukan hanya agama yg dijadikan akar masalah, tapi duit juga akar masalah
    bukan hanya berkumpul dengan yg seiman saja, tapi kalau ga selevel atau semartabat jangan harap bisa “dikumpuli”.
    Atau paling tidak pake mobil yg sama merek dan tipe deh
    Nanti kan yg ga sepaham bs jadi “PAHAM”
    hahahaha

    GA CUMA BAHASAN AGAMA KANG
    sosial martabat intelektual pandangan politik hobi bla bla bla
    nah lo sapa mau ikut? mau tolak? mau abstain?
    wkwkwk

    Tau jalan ke gunung api di film lord of the ring ga kang… nah sudah tinggi panas lagi bikin capek haus dan bisa bisa mati. jalannya jg ga semulus di film. yg ini super terjal atau tegak lurus ke atas. dan itu sudah dilalui Doi dari kecil dan terus berjalan mendaki. mau tau berapa panjangnya? ribuan kali dari jarak yg ada di film. hehehehe

    Info terselubung. selamat pagi semua
    Rahayu

  15. Intermeso aja akang aking sedaya
    Sugeng bahagia kang Js, BB, White horse, pemirsa, Penonton, Pembaca
    Ngapunten njih
    Pokok persoalan bangsa ini

    Bangsa yang berilmi Sangga Buana
    Sekarang banyak ngugemi ilmi saudagar
    Ilmi itu hidup, kalau pembawa ilmi adalah saudagar
    Ketrunan pengikiut pengaruh jiwa saudagar
    hidup hanya utk cari rejeki utk perut dan keluarga sendiri

    Ilmi negeri ini bertani
    Harfiahnya menanam..hijau bumi menjamin hidupnya manusia
    Secara rohani..ahli metani, telita waskita ing tuladhaning Allam, Satro Jendra Hayuningrat
    Tunggal rasa ing allam semesta, Manunggal Kawulaning Gusti
    Laku Gatotkaca, ati manah sampun suminar

    Tenang saja, berkhidmat
    Beningno jiwa raga
    Ngenepno rada kepemilkikan
    Sing ana dilakoni, dinikmati
    Berkhidmat pada tanah air, Ibu Peritwi tercinta, nota inilah tempat yg menghidupi, surga kita
    Surga sebenar benarnya
    Udara segar, pemandangan elok, toya kathah, putra putri sehat
    Soul kita abdikan total pd Ibu Pertiwi
    Lelampah anipun pasti sdh bisa semua
    Tinggal keyakinan kita..pasti bisa
    Kita hidup seperti sederhana, tapi putra keturunan slamet lan bejo

    Laku nasehat guru lelampahan lami dilampahaken sepanjang hidup
    Ojo dhahar sedulur bergerak lan bernyawa
    Pasti tinemu adem tentrem tinemu bejo ing lelapahan urip

    Sejatining priyantun kang hidup sederhana ingkang sejatining Slamet
    Semakin banyak materi, semakin kita ” mencubit ” ibu Pertiwi
    Smeh, sumringah, ” konsisten jumenneng ing dalu, nyunggi Ibu Pertiiwi
    Ngapunten,, semoga kita tinemu rembesing madu, ganda puspa tajem arum dalu
    Wasis waskita tinemu Bejo lan Slamet ngantos putra wayah keturunan kita
    Hanya satu kamukten, inggih lampah raos manah kagem Ibu Pertiwi Tercinta

    Uluk lungit linungit kagem leluhur sedaya
    Ngapunten sedaya kalepatan, putra wayah ing Tlatah Nusantara lan Jagad Agung nuwun Pangestu nipun eyang eyang sedaya
    Sugeng Dalu kagem leluhur sedaya ing Jagad Raya Allam Ndonya lan Allam Kelanggengan

  16. lengkap banget kang suara…. he he he

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: