Syekh Siti Jenar (Rengeng rengeng lirih ngantuk)

Syekh Siti Jenar

Pandangan Syekh Siti Jenar yang menganggap alam kehidupan manusia di dunia sebagai kematian, sedangkan setelah menemui ajal disebut sebagai kehidupan sejati, yang mana ia adalah manusia dan sekaligus Tuhan, sangat menyimpang dari pendapat Wali Songo, dalil dan hadits, sekaligus yang berpedoman pada hukum Islam yang bersendikan sebagai dasar dan pedoman kerajaan Demak dalam memerintah yang didukung oleh para Wali. Siti Jenar dianggap telah merusakketenteraman dan melanggar peraturan kerajaan, yang menuntun dan membimbing orang secara salah, menimbulkan huru-hara, merusak kelestarian dan keselamatan sesama manusia. Oleh karena itu, atas legitimasi dari Sultan Demak, diutuslah beberapa Wali ke tempat Siti Jenar di suatu daerah (ada yang mengatakan desa Krendhasawa), untuk membawa Siti Jenar ke Demak atau memenggal kepalanya. Akhirnya Siti Jenar wafat (ada yang mengatakan dibunuh, ada yang mengatakan bunuh diri).

Akan tetapi kematian Siti Jenar juga bisa jadi karena masalah politik, berupa perebutan kekuasaan antara sisa-sisa Majapahit non Islam yang tidak menyingkir ke timur dengan kerajaan Demak, yaitu antara salah satu cucu Brawijaya V yang bernama Ki Kebokenongo/Ki Ageng Pengging dengan salah satu anak Brawijaya V yang bernama Jin Bun/R. Patah yang memerintah kerajaan Demak dengan gelar Sultan Bintoro Demak I, dimana Kebokenongo yang beragama Hindu-Budha beraliansi dengan Siti Jenar yang beragama Islam.

Nama lain dari Syekh Siti Jenar antara lain Seh Lemahbang atau Lemah Abang, Seh Sitibang, Seh Sitibrit atau Siti Abri, Hasan Ali Ansar dan Sidi Jinnar. Menurut Bratakesawa dalam bukunya Falsafah Siti Djenar (1954) dan buku Wejangan Wali Sanga himpunan Wirjapanitra, dikatakan bahwa saat Sunan Bonang memberi pelajaran iktikad kepada Sunan Kalijaga di tengah perahu yang saat bocor ditambal dengan lumpur yang dihuni cacing lembut, ternyata si cacing mampu dan ikut berbicara sehingga ia disabda Sunan Bonang menjadi manusia, diberi nama Seh Sitijenar dan diangkat derajatnya sebagai Wali.

Dalam naskah yang tersimpan di Musium Radyapustaka Solo, dikatakan bahwa ia berasal dari rakyat kecil yang semula ikut mendengar saat Sunan Bonang mengajar ilmu kepada Sunan kalijaga di atas perahu di tengah rawa. Sedangkan dalam buku Sitijenar tulisan Tan Koen Swie (1922), dikatakan bahwa Sunan Giri mempunyai murid dari negeri Siti Jenar yang kaya kesaktian bernama Kasan Ali Saksar, terkenal dengan sebutan Siti Jenar (Seh Siti Luhung/Seh Lemah Bang/Lemah Kuning), karena permohonannya belajar tentang makna ilmu rasa dan asal mula kehidupan tidak disetujui Sunan Bonang, maka ia menyamar dengan berbagai cara secara diam-diam untuk mendengarkan ajaran Sunan Giri. Namun menurut Sulendraningrat dalam bukunya Sejarah Cirebon (1985) dijelaskan bahwa Syeh Lemahabang berasal dari Bagdad beraliran Syi’ah Muntadar yang menetap di Pengging Jawa Tengah dan mengajarkan agama kepada Ki Ageng Pengging (Kebokenongo) dan masyarakat, yang karena alirannya ditentang para Wali di Jawa maka ia dihukum mati oleh Sunan Kudus di Masjid Sang Cipta Rasa (Masjid Agung Cirebon) pada tahun 1506 Masehi dengan Keris Kaki Kantanaga milik Sunan Gunung Jati dan dimakamkan di Anggaraksa/Graksan/Cirebon.

Informasi tambahan di sini, bahwa Ki Ageng Pengging (Kebokenongo) adalah cucu Raja Brawijaya V (R. Alit/Angkawijaya/Kertabumi yang bertahta tahun 1388), yang dilahirkan dari putrinya bernama Ratu Pembayun (saudara dari Jin Bun/R. Patah/Sultan Bintoro Demak I yang bertahta tahun 1499) yang dinikahi Ki Jayaningrat/Pn. Handayaningrat di Pengging. Ki Ageng Pengging wafat dengan caranya sendiri setelah kedatangan Sunan Kudus atas perintah Sultan Bintoro Demak I untuk memberantas pembangkang kerajaan Demak. Nantinya, di tahun 1581, putra Ki Ageng Pengging yaitu Mas Karebet, akan menjadi Raja menggantikan Sultan Demak III (Sultan Demak II dan III adalah kakak-adik putra dari Sultan Bintoro Demak I) yang bertahta di Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijoyo Pajang I.

Keberadaan Siti Jenar diantara Wali-wali (ulama-ulama suci penyebar agama Islam yang mula-mula di Jawa) berbeda-beda, dan malahan menurut beberapa penulis ia tidak sebagai Wali. Mana yang benar, terserah pendapat masing-masing. Sekarang mari kita coba menyoroti falsafah/faham/ajaran Siti Jenar.

Konsepsi Ketuhanan, Jiwa, Alam Semesta, Fungsi Akal dan Jalan Kehidupan dalam pandangan Siti Jenar dalam buku Falsafah Siti Jenar tulisan Brotokesowo (1956) yang berbentuk tembang dalam bahasa Jawa, yang sebagian merupakan dialog antara Siti Jenar dengan Ki Ageng Pengging, yaitu kira-kira:

* Siti Jenar yang mengaku mempunyai sifat-sifat dan sebagai dzat Tuhan, dimana sebagai manusia mempunyai 20 (dua puluh) atribut/sifat yang dikumpulkan di dalam budi lestari yang menjadi wujud mutlak dan disebut dzat, tidak ada asal-usul serta tujuannya;

* Hyang Widi sebagai suatu ujud yang tak tampak, pribadi yang tidak berawal dan berakhir, bersifat baka, langgeng tanpa proses evolusi, kebal terhadap sakit dan sehat, ada dimana-mana, bukan ini dan itu, tak ada yang mirip atau menyamai, kekuasaan dan kekuatannya tanpa sarana, kehadirannya dari ketiadaan, luar dan dalam tiada berbeda, tidak dapat diinterpretasikan, menghendaki sesuatu tanpa dipersoalkan terlebih dahulu, mengetahui keadaan jauh diatas kemampuan pancaindera, ini semua ada dalam dirinya yang bersifat wujud dalam satu kesatuan, Hyang Suksma ada dalam dirinya;

* Siti Jenar menganggap dirinya inkarnasi dari dzat yang luhur, bersemangat, sakti, kebal dari kematian, manunggal dengannya, menguasai ujud penampilannya, tidak mendapat suatu kesulitan, berkelana kemana-mana, tidak merasa haus dan lesu, tanpa sakit dan lapar, tiada menyembah Tuhan yang lain kecuali setia terhadap hati nurani, segala sesuatu yang terjadi adalah ungkapan dari kehendak dzat Allah;

* Segala sesuatu yang terjadi adalah ungkapan dari kehendak dzat Allah, maha suci, sholat 5 (lima) waktu dengan memuji dan dzikir adalah kehendak pribadi manusia dengan dorongan dari badan halusnya, sebab Hyang Suksma itu sebetulnya ada pada diri manusia;

* Wujud lahiriah Siti jenar adalah Muhammad, memiliki kerasulan, Muhammad bersifat suci, sama-sama merasakan kehidupan, merasakan manfaat pancaindera;

* Kehendak angan-angan serta ingatan merupakan suatu bentuk akal yang tidak kebal atas kegilaan, tidak jujur dan membuat kepalsuan demi kesejahteraan pribadi, bersifat dengki memaksa, melanggar aturan, jahat dan suka disanjung, sombong yang berakhir tidak berharga dan menodai penampilannya;

* Bumi langit dan sebagainya adalah kepunyaan seluruh manusia, jasad busuk bercampur debu menjadi najis, nafas terhembus di segala penjuru dunia, tanah dan air serta api kembali sebagai asalnya, menjadi baru;

Dalam buku Suluk Wali Sanga tulisan R. Tanojo dikatakan bahwa :

* Tuhan itu adalah wujud yang tidak dapat di lihat dengan mata, tetapi dilambangkan seperti bintang bersinar cemerlang yang berwujud samar-samar bila di lihat, dengan warna memancar yang sangat indah;

* Siti Jenar mengetahui segala-galanya sebelum terucapkan melebihi makhluk lain ( kawruh sakdurunge minarah), karena itu ia juga mengaku sebagai Tuhan;

* Sedangkan mengenai dimana Tuhan, dikatakan ada di dalam tubuh, tetapi hanya orang terpilih (orang suci) yang bisa melihatnya, yang mana Tuhan itu (Maha Mulya) tidak berwarna dan tidak terlihat, tidak bertempat tinggal kecuali hanya merupakan tanda yang merupakan wujud Hyang Widi;

* Hidup itu tidak mati dan hidup itu kekal, yang mana dunia itu bukan kehidupan (buktinya ada mati) tapi kehidupan dunia itu kematian, bangkai yang busuk, sedangkan orang yang ingin hidup abadi itu adalah setelah kematian jasad di dunia;

* Jiwa yang bersifat kekal/langgeng setelah manusia mati (lepas dari belenggu badan manusia) adalah suara hati nurani, yang merupakan ungkapan dari dzat Tuhan dan penjelmaan dari Hyang Widi di dalam jiwa dimana raga adalah wajah Hyang Widi, yang harus ditaati dan dituruti perintahnya.

Dalam buku Bhoekoe Siti Djenar karya Tan Khoen Swie (1931) dikatakan bahwa :

* Saat diminta menemui para Wali, dikatakan bahwa ia manusia sekaligus Tuhan, bergelar Prabu Satmata;

* Ia menganggap Hyang Widi itu suatu wujud yang tak dapat dilihat mata, dilambangkan seperti bintang-bintang bersinar cemerlang, warnanya indah sekali, memiliki 20 (dua puluh) sifat (antara lain : ada, tak bermula, tak berakhir, berbeda dengan barang yang baru, hidup sendiri dan tanpa bantuan sesuatu yang lain, kuasa, kehendak, mendengar, melihat, ilmu, hidup, berbicara) yang terkumpul menjadi satu wujud mutlak yang disebut DZAT dan itu serupa dirinya, jelmaan dzat yang tidak sakit dan sehat, akan menghasilkan perwatakan kebenaran, kesempurnaan, kebaikan dan keramah-tamahan;

* Tuhan itu menurutnya adalah sebuah nama dari sesuatu yang asing dan sulit dipahami, yang hanya nyata melalui kehadiran manusia dalam kehidupan duniawi.

Menurut buku Pantheisme en Monisme in de Javaavsche tulisan Zoetmulder, SJ.(1935) dikatakan bahwa Siti Jenar memandang dalam kematian terdapat sorga neraka, bahagia celaka ditemui, yakni di dunia ini. Sorga neraka sama, tidak langgeng bisa lebur, yang kesemuanya hanya dalam hati saja, kesenangan itu yang dinamakan sorga sedangkan neraka, yaitu sakit di hati. Namun banyak ditafsirkan salah oleh para pengikutnya, yang berusaha menjalani jalan menuju kehidupan (ngudi dalan gesang) dengan membuat keonaran dan keributan dengan cara saling membunuh, demi mendapatkan jalan pelepasan dari kematian.

Siti Jenar yang berpegang pada konsep bahwa manusia adalah jelmaan dzat Tuhan, maka ia memandang alam semesta sebagai makrokosmos sama dengan mikrokosmos. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang mana jiwa sebagai penjelmaan dzat Tuhan dan raga adalah bentuk luar dari jiwa dengan dilengkapi pancaindera maupun berbagai organ tubuh. Hubungan jiwa dan raga berakhir setelah manusia mati di dunia, menurutnya sebagai lepasnya manusia dari belenggu alam kematian di dunia, yang selanjutnya manusia bisa manunggal dengan Tuhan dalam keabadian.

Siti Jenar memandang bahwa pengetahuan tentang kebenaran Ketuhanan diperoleh manusia bersamaan dengan penyadaran diri manusia itu sendiri, karena proses timbulnya pengetahuan itu bersamaan dengan proses munculnya kesadaran subyek terhadap obyek (proses intuitif). Menurut Widji Saksono dalam bukunya Al-Jami’ah (1962) dikatakan bahwa wejangan pengetahuan dari Siti jenar kepada kawan-kawannya ialah tentang penguasaan hidup, tentang pintu kehidupan, tentang tempat hidup kekal tak berakhir di kelak kemudian hari, tentang hal mati yang dialami di dunia saat ini dan tentang kedudukannya yang Mahaluhur. Dengan demikian tidaklah salah jika sebagian orang ajarannya merupakan ajaran kebatinan dalam artian luas, yang lebih menekankan aspek kejiwaan dari pada aspek lahiriah, sehingga ada juga yang menyimpulkan bahwa konsepsi tujuan hidup manusia tidak lain sebagai bersatunya manusia dengan Tuhan (Manunggaling Kawula-Gusti).

Dalam pandangan Siti Jenar, Tuhan adalah dzat yang mendasari dan sebagai sebab adanya manusia, flora, fauna dan segala yang ada, sekaligus yang menjiwai segala sesuatu yang berwujud, yang keberadaannya tergantung pada adanya dzat itu. Ini dibuktikan dari ucapan Siti Jenar bahwa dirinya memiliki sifat-sifat dan secitra Tuhan/Hyang Widi.

Namun dari berbagai penulis dapat diketahui bahwa bisa jadi benturan kepentingan antara kerajaan Demak dengan dukungan para Wali yang merasa hegemoninya terancam yang tidak hanya sebatas keagamaan (Islam), tapi juga dukungan nyata secara politis tegaknya pemerintahan Kesultanan di tanah Jawa (aliansi dalam bentuk Sultan mengembangkan kemapanan politik sedang para Wali menghendaki perluasan wilayah penyebaran Islam).

Dengan sisa-sisa pengikut Majapahit yang tidak menyingkir ke timur dan beragama Hindu-Budha yang memunculkan tokoh kontraversial beserta ajarannya yang dianggap “subversif” yaitu Syekh Siti Jenar (mungkin secara diam-diam Ki Kebokenongo hendak mengembalikan kekuasaan politik sekaligus keagamaan Hindu-Budha sehingga bergabung dengan Siti jenar).

Bisa jadi pula, tragedi Siti Jenar mencerminkan perlawanan kaum pinggiran terhadap hegemoni Sultan Demak yang memperoleh dukungan dan legitimasi spiritual para Wali yang pada saat itu sangat berpengaruh. Disini politik dan agama bercampur-aduk, yang mana pasti akan muncul pemenang, yang terkadang tidak didasarkan pada semangat kebenaran.

Kaitan ajaran Siti Jenar dengan Manunggaling Kawula-Gusti seperti dikemukakan di atas, perlu diinformasikan di sini bahwa sepanjang tulisan mengenai Siti Jenar yang diketahui, tidak ada secara eksplisit yang menyimpulkan bahwa ajarannya itu adalah Manunggaling Kawula-Gusti, yang merupakan asli bagian dari budaya Jawa. Sebab Manunggaling Kawula-Gusti khususnya dalam konteks religio spiritual, menurut Ir. Sujamto dalam bukunya Pandangan Hidup Jawa (1997), adalah pengalaman pribadi yang bersifat “tak terbatas” (infinite) sehingga tak mungkin dilukiskan dengan kata untuk dimengerti orang lain. Seseorang hanya mungkin mengerti dan memahami pengalaman itu kalau ia pernah mengalaminya sendiri.

Dikatakan bahwa dalam tataran kualitas, Manunggaling Kawula-Gusti adalah tataran yang dapat dicapai tertinggi manusia dalam meningkatkan kualitas dirinya. Tataran ini adalah Insan Kamilnya kaum Muslim, Jalma Winilisnya aliran kepercayaan tertentu atau Satriyapinandhita dalam konsepsi Jawa pada umumnya, Titik Omeganya Teilhard de Chardin atau Kresnarjunasamvadanya Radhakrishnan. Yang penting baginya bukan pengalaman itu, tetapi kualitas diri yang kita pertahankan secara konsisten dalam kehidupan nyata di masyarakat. Pengalaman tetaplah pengalaman, tak terkecuali pengalaman paling tinggi dalam bentuk Manunggaling kawula Gusti, yang tak lebih pula dari memperkokoh laku. Laku atau sikap dan tindakan kita sehari-hari itulah yang paling penting dalam hidup ini.

Kalau misalnya dengan kekhusuk-an manusia semedi malam ini, ia memperoleh pengalaman mistik atau pengalaman religius yang disebut Manunggaling Kawula-Gusti, sama sekali tidak ada harga dan manfaatnya kalau besok atau lusa lantas menipu atau mencuri atau korupsi atau melakukan tindakan-rindakan lain yang tercela. Kisah Dewa Ruci adalah yang menceritakan kejujuran dan keberanian membela kebenaran, yang tanpa kesucian tak mungkin Bima berjumpa Dewa Ruci.

Kesimpulannya, Manunggaling Kawula-Gusti bukan ilmu melainkan hanya suatu pengalaman, yang dengan sendirinya tidak ada masalah boleh atau tidak boleh, tidak ada ketentuan/aturan tertentu, boleh percaya atau tidak percaya.

Kita akhiri kisah singkat tentang Syekh Siti Jenar, dengan bersama-sama merenungkan kalimat berikut yang berbunyi : “Janganlah Anda mencela keyakinan/kepercayaan orang lain, sebab belum tentu kalau keyakinan/kepercayaan Anda itu yang benar sendiri”.*

sidang para Wali

Sunan Giri membuka musyawarah para wali. Dalam musyawarah itu ia mengajukan masalah Syeh Siti Jenar. Ia menjelaskan bahwa Syeh Siti Jenar telah lama tidak kelihatan bersembahyang jemaah di masjid. Hal ini bukanlah perilaku yang normal. Syeh Maulana Maghribi berpendapat bahwa itu akan menjadi contoh yang kurang baik dan bisa membuat orang mengira wali teladan meninggalkan syariah nabi Muhammad. Sunan Giri kemudian mengutus dua orang santrinya ke gua tempat syeh Siti Jenar bertapa dan memintanya untuk datang ke masjid. Ketika mereka tiba,mereka diberitahu hanya ALLAH yang ada dalam gua.Mereka kembali ke masjid untuk melaporkan hal ini kepada Sunan Giri dan para wali lainnya.Sunan Giri kemudian menyuruh mereka kembali ke gua dan menyuruh ALLAH untuk segera menghadap para wali. Kedua santri itu kemudian diberitahu, ALLAH tidak ada dalam gua, yang ada hanya Syeh Siti Jenar. Mereka kembali kepada Sunan Giri untuk kedua kalinya. Sunan Giri menyuruh mereka untuk meminta datang baik ALLAH maupun Syeh Siti Jenar. Kali ini Syeh Siti Jenar keluar dari gua dan dibawa ke masjid menghadap para wali. Ketika tiba Syeh Siti Jenar memberi hormat kepada para wali yang tua dan menjabat tangan wali yang muda. Ia diberitahu bahwa dirinya diundang kesini untuk menghadiri musyawarah para wali tentang wacana kesufian. Didalam musyawarah ini Syeh Siti Jenar menjelaskan wacana kesatuan makhluk yaitu dalam pengertian akhir hanya ALLAH yang ada dan tidak ada perbedaan ontologis yang nyata yang bisa dibedakan antara ALLAH, manusia dan segala ciptaan lainnya. Sunan Giri menyatakan bahwa wacana itu benar,tetapi meminta jangan diajarkan karena bisa membuat masjid kosong dan mengabaikan syariah. Siti Jenar menjawab bahwa ketundukan buta dan ibadah ritual tanpa isi hanyalah perilaku keagamaan orang bodoh dan kafir.Dari percakapan Siti Jenar dan Sunan Giri itu kelihatannya bahwa yang menjadi masalah substansi ajaran Syeh Siti Jenar, tetapi penyampaian kepada masyarakat luas. Menurut Sunan Giri paham Syeh Siti Jenar belum boleh disampaikan kepada masyarakat luas sebab mereka bisa bingung, apalagi saat itu masih banyak orang yang baru masuk islam, karena seperti disampaika di muka bahwa Syeh Siti Jenar hidup dalam masa peralihan dari kerajaan Hindu kepada kerajaan Islam di Jawa pada akhir abad ke 15 M.

Posted on 19/09/2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 90 Komentar.

  1. Salam Mas SPSW…..

    Terima kasih atas artikel diatas……saya mungkin salah satu dari ribuan atau jutaan orang Nusantara yang menghormati dan mengagumi Syeh Siti Jenar………pengertian dan isi hakekat menjadi berbenturan dengan ilmu syareat bila tidak diterangkan atau tidak dilakukan dengan seutuhnya dan bersama sama……..syareat tanpa hakekat adalah bodoh dan merugi dan hakekat tanpa syareat adalah tidak mungkin……seperti orang yang diam atau tidur tentunya tidak ada rasa yang bisa didapat…..tidak ada ilmu yang didapat……

    Berbicara tentang hakekat hidup dan ngrasani Tuhan maka apa yang kita punyai harus seakan disirnakan….seperti manusia yang sedang puasa…tidak makan dan minum…. jiwa yang seperti burung yang sedang lepas meninggalkan kurungan…..jiwa yang sedang berusaha melupakan atau meninggalkan wadag beserta nafsu nya….

    Hidup yang bahagia mungkin sedang diartikan Jiwa yang tidak terlalu terkominasi oleh sifat dan nafsu badan kasar…..nafsu jasad yang selalu menghadap kebawah / bumi / dunia karena jasad memang berasal dari bawah…sifat kjedonyan dan berakibat.memberatkan dan menjerat jiwa…..

    Jiwa yang harus memimpin para sifat unsur wadag kasarnya untuk bisa menghadap keatas atau ke Tuhan…untuk bisa suci seperti sucinya jiwa…..apakah ini bermaksud seperti matinya manusia mukso atau seperti yang digambarkan dengan mirajd Rosul Muhammad….apakah ini yang dimaksud dan yang diisyaratkan oleh Syeh Siti Jenar…….Nuwun………

    • Yth romo WM,

      mbok iyao… bismillah dan al fatekah diwedar… dibeberkan biar sy belajar…
      mau blajar privat jelas ga mungkin, lha wong poro pinisepuh tidak ninggali alamat…

      suwun.

      • Salam Mas Gamalpra……..

        Weeeh…mohon maaf……saya ini hanya wong ora nggenah….nulis grutal gratul…..jauh dari mengerti….menulis hanya menuruti kata hati dan takut keliru……
        Sebenarnya tanpa kita sadari…kita ini sedang belajar dan menerangkan soal apa yang Njenengan tanyakan dan sudah banyak disinggung oleh poro sepuh disini…..banyak rekan kita yang sengaja merendah dalam banyak ilmu…..

        Mohon para rekan mengawali untuk menerangkan apa yang sedang ditanyakan Mas Gamal.untuk mendidik kita bisa bener pener dan selamat….
        Bismillah adalah hal yang sangat ruwet dan panjang bila diterangkan ….berawal dengan terciptanya Nabi Adam dan hanya bisa diketemukan maknanya bila kita benar benar lurus dalam hidup dan berharap Allah sendiri yang mendidik kita……..

        Nanti kalau saya bertemu dengan teman spiritual islam maka hal ini akan saya tulis meskipun hanya sedikit atau garis besarnya saja……Nuwun

        • bukan maksud menyadur… tetapi ini sebagai piweling kepada seluruh putra putri nuswantara yg nantinya terpilih…. hatur sembah bekti kuwulo dumateng susuhunan lan sederek kadang sedoyo…

          monggo mbok bilih poro sederek kang sampun kesinggihan piwedar saking poro pinisepuh agami ISLAM engkang sampun titi lan titen marang serat kang sampun dipun Kakang GAMALPRA suwun puniko, sageto diwedar kangge sedoyo kawulo kang badhe anggayuh kamulyaning urip….. kawulo, mung tumut ke mawon…

    • banyak orang menulis syeh siti jenar di majalah..internet..penulis seakan tau tentang ajaranya dan mengerti…padahal mereka tidak pernah membaca kitabnya yang ASLI…buat pembaca hati hati…KLAU INGIN tau syaeh siti jenar silakan ke kraton Caruban

  2. Salam Mas Tunjuk…….

    Saya sebenarnya amat malu bila menyanggupi atau akan menulis hal yang sangat pakem dan sepertinya Njenengan lebih mengerti dan lebih faham dari saya yang sedikit ilmu dan otodidak atau ilmu nguping saja dan grutal gratul……..

    Saya ini kadang selalu bertanya dalam hati dan hal ini tidak pernah saya tanyakan kepada poro sepuh linuwih yang sudah berilmu makrifat……..pertanyaan saya kadang nyeleneh….sebenarnya siapa dulu yang diciptakan oleh Allah…..Iblis…Malaikat….kemudian Manusia….dan sangat benar dalam isi kitab bahwa ujud manusia dan adam diciptakan sesudah adanya iblis dan malaikat…..

    Ini hanya sharing atau pendapat saya pribadi saja…..saya berkeyakinan bahwa Adam sudah ditetapkan atau diciptakan lebih dulu dari Iblis dan Malaikat dalam arti bukan penciptaan ujud fisiknya tetapi apa yang ada didalamnya yaitu soal ruh NYA….ini yang mungkin dikatakan sebagai hakekat manusia…..sosok ciptaan yang paling mulia…berkedudukan lebih tinggi dari iblis dan malaikat……berimu yang lebih tinggi pula dari malaikat dan iblis itu sendiri……

    Dalam kitab sudah diisyaratkan bahwa hanya Adam / manusia yang bisa menerangkan soal banyak ilmu karena Adam / manusia adalah sosok ujud yang sudah terdidik dan diberi ilmu pengetahuan dalam banyak hal dan ini sebagai jawaban dan isyarat bahwa yang bisa dikatakan sebagai yang mewkili Allah dalam banyak hal adalah manusia itu sendiri…..

    Manusia yang mampu mewakili Allah dengan berperilaku…berpola pikir kecerdasan…bersifat…berkehendak….bersifat seperti apa yang dikehendaki oleh Allah sendiri…manusia yang sangat atau pantas dengan mengatas namakan Allah…..ini yang mungkin saya katakan sebagai Bismillah……

    Sesuatu itu yang sangat MAHA dan kemudian bernama Allah atau ada penyebutan nama Allah ketika sudah dan terjadi penciptaan mahluk./ manusia….karena menurut saya Allah adalah sesuatu yang tidak terbayangkan dalam otak dan sesuatu itu yang tidak bernama sebelumnya dan tidak ujud seperti apa yang kita duga atau yang kita bayangkan…..ini yang saya katakan sebagi sesuatu yang KOSONG yang artinya sesuatu yang tidak bisa digambarkan oleh ilmu atau logika pikir kita karena tidak ada perbendaharaan gambaran atau pandangan untuk bisa menggambarkan keberadaan dzat dan ujud NYA……
    Allah yang tidak bisa tergambarkan meskipun dengan tumplek bleg semua semua alam semesta…..KOSONG atau NOL adalah bilangan misteri yang berarti bukan tidak ada tetapi keberadaan ada yang tidak berhingga……

    Adam adalah tanah…karena memang berbahan dari tanah yang bersih suci dan berkedudukan dibawah dan ruh / jiwa manusia adalah keberadaan dari DIA sendiri yang berkedudukan diatas …..

    Adam adalah mahluk yang sangat sempurna karena sedang dan diisi oleh alat yang sempurna yaitu AKAL atau IMAN ( hati nurani… penglihatan….pendengaran …keyakinan gaib ..atau yang bersfat samar dn sangat halus )……dengan akal dan nurani itu maka manusia sepertinya bisa mewakili keberadaan ADA yang KOSONG atau KOSONG yang ADA itu…..dan mahluk yang pantas menyandang wakil Allah / Bismillah adalah manusia….manusia yang bermaksud sebenar benarnya manusia……

    Malaikat atau Iblis menurut saya hanyalah sebagai petugas atau unsur yang melengkapi dan menyertai manusia….petugas yang membuat semua ujud penciptaan adalah HIDUP dan menurut saya tidak ada penciptaan itu diam atau mati…tetapi selalu bergerak meskipun seperti dalam diam …….

    Pertanyaan yang mungkin menarik ….kenapa manusia yang hanya berdimensi 3 ternyata lebih dimuliakan dan ditinggikan derajatnya oleh Allah…he he he karena manusia adalah seperti suatu inti yang diedari oleh neutron proton.nukleus…inti yang tidak beredar atau berorbit tetapi diedari oleh sesuatu yang selain dari ujud intinya…….

    Nanti disambung lagi….saya pamit dulu untuk meneruskan pekerjaan…..maaf bila pandangan tulisan grutal gratul saya adalah salah dan menyesatkan……Nuwun….

    • YG MANA tunjuk saja

      Romo WM…
      Tiada yg salah, juga tidak 100 % benar. Dan ini juga tidak bisa di kategorikan ragu-ragu……

      Romo WM….
      Apalah arti seorang ananda yg hanya datang dan pergi bagai angin. Tidak bertuan dan tidak juga memiliki guru. Banyak pinisepuh yg lebih memahami penuh dan juga memiliki dasar landasan kuat tentang apa yg di tanyakan,
      Oleh sebab itulah, ananda ikut menyimak saja Romo… sebagai tambahan pemahaman ilmu. Pernah ada pemaparan milik RP di sebelah kalau ndak salah.
      Coba di tindak lanjuti, dan saya pribadi mengiyakan saja, karena sudah jelas penjabaran dari kanjeng SINUWUN, bagaimana dan apa yg hrs dilalui…..

  3. Salam Mas Tunjuk….

    Sangat benar apa yang saya tulis adalah sangat salah…….

    Saya ini faham otodidak dan hanya menulis garis besarnya saja….dan sudah saya duga bahwa Njenengan lebih tahu dari saya……..soal wedaran dari Mas RP…weeeh…saya ora mudeng dengan bahasa dalam dan rahasia atau yang njlimet….apalagi ketika menerangkan soal diri manusia lalu dikiaskan dengan banyak huruf huruf arab ..itu penjelasan dari seorang karena teman saya ….he he he akhirnya saya jadi puyeng kliyengan sendiri…..teman ini yang mengaku pernah kenal dan berjumpa Mas PHK di Kota Bogor… …

    Semoga ada rekan yang mau membabarkan soal apa yang ditanyakan Mas Gamalpra……

    Saya hanya mengambil garis besarnya bahwa Bismillah adalah perilaku manusia yang sudah mendapat stempel lulus ujian dalam hidup…mengerti yang hak dan yang batil dan juga mengerti hal yang nyata dan mungkin sedikit tahu dan mengerti rahasia yang gaib….para beliau yang dengan sangat benar dan temenan atau sungguh sungguh menjalankan apa yang terkandung di surat Alfateha….

    Kata teman saya…..Bismillah bila diuraikan akan mengandung banyak arti…..membicarakan tentang sifat …nama dan perbuatan Allah… juga hal yang harus sebagai sumpah manusia ketika menjalani hidup….hidup manusia yang sudah serba dicukupi dan manusia sepertinya sudah merasakan rasa surga dan juga neraka……sesuatu yang sudah diberikan oleh Tuhan dengan sangat lengkap dan manusia sepertinya dibebaskan dalam memilih atau memilah dan akibat adalah ditanggung sendiri…….semua itu sepertinya sudah ditulis dalam surat Al Fateha itu….

    Surat Al Fateha yang sepertinya menjelaskan bahwa ada sesuatu yang berlawanan dengan dan dalam sifat manusia….ada sisi kiri dan sisi kanan yang antagonis berlawanan dan surat Al Fateha sedang menjelaskan dan menerangkan sisi mana yang seharusnya diambil dan dipilih lalu dijalankan atau diamalkan agar dan supaya manusia kembali menjadi sesuatu yang seperti keadaan awalnya yaitu suci dan manusia yang seperti ini yang sudah pantas mengatakan bahwa dirinya adalah bukti ada dan kebenaran adanya dan mungkin bisa sebagai wakil NYA dalam menerangkan dan menjelaskan apa makna hidup dan siapa sebenarnya Tuhan Allah itu dan siap sebenarnya diri kita atau alam semesta ini…….

    Seseorang yang sebagai bukti dari makna kata Bismillah mungkin bisa dikatakan sebagai mahluk pemelihara hidup dan pemelihara alam semesta…..seseorang yang mungkin sangat cerdas… berwawasan…. ….berkawicaksanaan….adil….bernurani….ora gumunan….tidak kedonyan….jujur….waaah….banyak lagi yang baik baik…..seperti para pendahulu yang terhormat yang sudah pernah mengajarkan ilmu hidup benar dan ilmu hikmah…..

    Ada juga yang mengatakan bahwa surat Al Fateha adalah dan sedang mengisyaratkan bahwa karena sifat NYA maka kita diciptakan ada dan ada juga yang mengatakan bahwa sebelum mahluk ada di dunia maka ada 3 hal yang sudah turun dan jatuh didunia….yaitu…sifat…kehendak..dan perbuatan Allah….he he he itupun kata seorang teman………

    Berbicara soal ini memang sangat asyik dan menyejukan hati…dan juga bikin kepala kliyengan…karena harus peras otak dan pikiran…membingungkan dan banyak pertanyaan yang harus dilontarkan untuk bisa tahu jawabnya…..sepertinya kita harus meninggalkan sifat nafsu ego ..meredam sifat sifat jasad dan sifat binatang yang ada dalam diri kita…harus banyak mengandalkan rasa cinta kepada Allah…….inipun juga kata teman saya….Nuwun…..

    • YG MANA tunjuk saja

      Romo WM….
      Janganlah cepat menyerah. Ada beberapa jalan mengenali keindahan dan pemahamannya. Saya janji pada waktu anggara kasih bulan ini, akan saya petikkan sebagian dari padanya. Mudah-mudahan apa yg nanti saya petikkan… ada manfa’atnya dan dapat di terima oleh poro sederek sedoyo… dan sebelumnya (kenalilah semuanya dengan perasaanmu dan pemahamanmu yg sempurna, timbanglah dengan nurani)

      kapan hari, ada yg mengatakan, jaga AGARA KASIH bulan ini….
      Ada apa ?…

      Lunar ( bulan ) tgl 28 ( 21 Februari 2012 ) = Selasa Kliwon = 11
      Lunar ( bulan ) tgl 29 ( 22 Februari 2012 ) = Rabu legi = 12
      Lunar ( bulan ) tgl 30 ( 23 Februari 2012 ) = Kamis paing = 17
      ——————
      Total 40

      Apa makna Lunar 28, 29, 30 ???? ( percaya ataukah tidak percaya )

      dari telusur mbah Google tercetak sbb :

      Lunar 28 =
      Simbol – bunga teratai. Sehari menguntungkan. Pemahaman kebenaran yang lebih tinggi, mendapatkan kesadaran spiritual, alkimia jiwa. Satu dapat bekerja dengan tubuh astral, dengan clairvoyance, chakra, mimpi, mendapatkan melalui pengetahuan tentang inkarnasi sebelumnya seseorang. Orang harus berada dalam suasana hati yang tinggi, harus mengontrol emosi seseorang, mengintip ke diri sendiri. Satu bisa sibuk dengan “bersahaja” hal – membeli rumah, membuat tanaman perbaikan tanaman, berguna. Kita tidak harus menebang pohon, bunga potong dan sekarang.

      Lunar 29 =
      Simbol – gurita. Sebuah setan hari berbahaya. Bacchanalia dari setan, kabut astral, ilusi, penipuan. Yang dibutuhkan adalah tanggung jawab, bertentangan dengan Setanisme,, penyembuhan penebusan dosa puasa,. Kita hanya harus melakukan hal-hal rutin yang paling perlu, memotong koneksi palsu, membuang pikiran negatif, membersihkan tubuh, membakar lilin, merokok kamar dengan teh Labrador. Hindari air keruh dan kegelapan. Makanan harus sebagian besar dipanggang seperti kue atau pancake. Mandi atau mandi dingin untuk kaki yang baik sebelum tidur. Teriakan, bunyi terompet, suara musik terus menerus adalah peringatan tentang cara yang salah.

      lunar 30 =
      Simbol – angsa emas. Hari kasih sayang, pengampunan, penebusan dosa, penolakan terhadap segala sesuatu yang tidak diperlukan, menerima inisiasi spiritual dan transisi ke siklus berikutnya pembangunan. Satu harus menganalisis jalur seseorang dan mencoba untuk menghapus semua dosa. Adalah baik untuk kegiatan lengkap, untuk kembali utang, untuk memberikan kesenangan untuk orang lain. Satu dapat bekerja dengan batu, membersihkan rumah, khususnya dengan membawa jimat, seperti tapal kuda. Makanan tidak boleh kasar. Inilah hari pengorbanan dan meringkas bulan terakhir. Seekor anjing menggonggong merupakan peringatan tentang kesalahan dilakukan dalam satu bulan terakhir.

      (semua di atas hanyalah buah pemikiran dan tetap semuanya dikembalikan lagi kepada kita. Bagaimana kita bersikap )

      Dan banyak hal yg lain….. bisa di buka-buka sendiri…
      Sementara itu saja yg bisa saya sampaikan Romo WM… Dan mungkin setelahnya (ANGARA KASIH). Tabir-tabir itu akan di turunkan kembali

      • salam aturan sedoyo sepuh pinisepuh……..

        pertanyaan kang gamalpra tentang arti basmalah dan fatikah adalah pertanyaan yg amat dalam tdk gampang untk dijelaskan……….saya ingin urung rembuk sebagai refrensi pemahaman yg saya ketahui dan dimengerti.

        setahu saya makna bismilah adalah kalimat tahuid mengenal akan adanya allah yg menciptakan alam semesta ini sama hal yg dilakukan nabi ibrahim ketika mencari tuhan yg sebenarnya………..

        jika kalimat bismilah di jabarkan akan panjang melebih panjangnya rek kereta api………. namun dipersingkat agar tidak mbingungi lan bingung……………

        katur kang gamalpra ini sebenarnya lebih tahu dahulu , maka dari beliaunya memberikan pertanyaan ini pada poro sepuh dirumah ini, hahahahahahahahaha………… begitu juga katur kang tunjuk saja amatlah winasis kalau tdk salah GM di blog tetangga…….wekz…….hehehehehe…..

        uraian alfatikah disitu di jelaskan tentang jembatan sirotol mustakim,ibarat 1 rambut dibelah 7 sangatlah halus sekali , itu adalah firman allah yg diwahyukan kepada utusannya agar disampaikan kepada umatnya ( hukum syariat ) sebagai penerang/tuntunan agar tak tergelincir dalam mengarungi samudra hidup ( melewati jembatan sirotol mustakim )

        karena bangsa manusia hidupnya cenderung kearah kebathilan ketimbang haq. kerena diberi hawa nafsu.
        ditunjukan jalan untuk mendapatkan pahala imbalannya surga sedikit sekali yg berminat , walaupun biayanya murah. menarusia lebih cenderung menabur dosa
        walaupun biayanya tinggi dalam mencari kenikmatan sesaat, berduyun-duyun ikut ambil bagian kendati ganjarannya siksa………
        ibarat pahala itu amat pahit rasanya , dosa itu manis rasanya madu yg nikmat…….
        silahkan pilih yg mana ..?

        • salam Ki Sasmita,

          wee..eh… terlalu banyak ktp njenengan… lempar buah sembunyi tangan…sampai bingung sy…
          nembaknya salah romo, duluan romo yg tahu… hehehe….
          mohon koreksinya ya romo…, maklum murid oon baru belajar bener dan pener!

    • @romo WM,

      mo…, apakah yg dimaksud romo begini?

      bismillah, dg menyebut nama Allah,
      apapun tindakan/perbuatan maupun ucapan kita yg baik-baik dan yg dimulai dg kata bismillah berarti bahwa sadar atau tidak sadar tindakan/perbuatan maupun ucapan kita mewakili Allah…, lebih jauh lagi… ada bagian tertentu dr kita adalah Allah…, lebih dalam lagi…, kita adalah Allah… manunggaling kawulo gusti…, begitukah romo?

      prakteknya itu lho, mo, yg setengah mati…. karena setiap saat, setiap detik, setiap hembusan nafas kita…., apabila kata bismillah telah terucap baik lisan maupun dalam hati, kita HARUS SELALU SADAR dg kesadaran penuh bahwa tindakan/perbuatan maupun ucapan kita adalah mewakili Allah…bahwa kita adalah bagian dr Allah… bahkan… kita adalah Allah… sehingga tidak akan pernah muncul perbuatan/tindakan maupun ucapan dr kita yg sia-sia… matian-matian meredam yg sia-sia… perlu latihan terus menerus yg sangat ekstra keras…!

      lebih dalam, lebih dalam lagi…,
      begitu bangun tidur, dg kesadaran penuh kita ucapkan bismillah utk hari ini maka satu hari penuh ini kita mewakili Allah…. weeehhh..uaaboot tenan… berat banget… (bagi yg berat)…

      jauuuhhh… lebih dalam lagi… bismillah untuk seumur hidup… seumur hidup mewakili Allah… ga bisa ngomong sy… jatahnya SP dan waliyullah!

      contoh kasus,

      1. surat atas nama (an) presiden, maka yg tandatangan jelas bukan presiden tetapi hakekatnya adalah presiden yg tandatangan, maka yg terima surat harus memberlakukan surat itu sbg suratnya presiden.

      2. atas nama presiden mengikuti rapat (krn perintah presiden).
      yg datang rapat bukan presiden tapi seolah-olah presiden maka pengelola rapat harus menempatkan yg bukan presiden ini ketempat duduknya presiden dan dapat hak-haknya presiden sedangkan yg mewakili presiden harus menunaikan kewajibannya sebagai presiden (pidato, pengarahan… dll)

      mo, romo…
      kalau pelajaran bismillah yg sy tangkap dr romo (menurut pemikiran sy) seperti diatas itu, maka sy menjadi mengerti dan maklum… apabila seseorang yg tahu persis mendapat mandat dr Allah untuk mewakiliNya di dunia ini dan orang tersebut merasa belum mampu atau belum waktunya maka yang bersangkutan merasa kikuk… serba salah… mbingungi karepe dewe…

      mo, romo… dan poro pinisepuh…
      mohon maaf sebesar-besarnya kalau pemikiran/tulisan sy diatas salah besar karena memang sy sdg belajar.. sungguh…sumprit! mohon koreksinya!

      yth aki SPSWN,
      mohon tulisan sy didelete saja kalau salah karena ini masalah besar bukan masalah main-main…

      salam

      • Mas Gamalpra….salam dan hormat saya……..

        Saya tidak berani untuk menjelaskan apa yang saya fahami…..karena saya yang mungkin dikatakan sebagai orang murtad….karena jasad saya bukan seperti jasadnya para pemeluk agama islam yang khusuk daam melaksanakan rukun islam dalam penyembah Allah……jasad daging saya yang mungkin banyak najis dan jarang dihadapkan didepan Allah seperti para ulama atau santri pondok….

        Dalam pandangan anak saya…hanya 2 wali yang terlihat atau mempunyai pandangan seperti Mas Gamalpra ….yaitu Sunan Kalijogo dan Syeh Siti Jenar…..saya sangat yakin bahwa 2 beliau itu seperti saudara kandung sendiri…….

        Dalam pandangan gaib…para wali yang tertunduk malu dihadapan ke 2 wali itu…..apakah itu yag bermaksud bahwa para wali tidak berterus terang dalam menyampaikan ilmu hakekat manusia dan Allah atau tidak menerangkan dengan jelas apa hakekat sebenarnya dalam menyembah Allah…….

        • gitu ya mo…

          gek dong/mudeng sy, baru ngerti sy sekarang…
          makanya jarang ke masjid…, males kumpul manusia palsu ya hehehe… maaf guyon romo WM…

          mohon dilanjut romo,
          keris hitam sudah ditancapkan, pantang dicabut…
          waktunya poro pinisepuh medar sabdo,
          para nabi tdk takut.., nabi Muhammad, nabi isa, SKJ, SJJ juga tdk…

          sy deprok mendengarkan… suwun.

          salam.

        • @Romo Mungkinkah,

          mohon ijin ikut belajar,

          salam

  4. Mas Gamalpra……menurut saya….Bismillah adalah hanya seperti ucapan biasa yang bermaksud selalu ingat kepada NYA ketika sedaang mengawali perbuatan yang baik menurut niat hatinya…….
    Ada para manusia yang lain yang mengartikan bahwa bismillah bermaksud sebagai pengakuan mutlak bahwa dirinya menjadi atau dijadikan ada karena adanya DIA. sesuatu sebagai sebab awalnya….

    Para manusia yang berkeyakinan dan mengimani bahwa DIA atau Allah pasti ada dengan bukti keberadaan ada dirinya dan alam semesta ini atau bumi yang dipijaknya ……
    Para manusia yang mengerti makna bismillah…mereka pasti melakukan perbuatan baik dan sangat sesuai dengan hati nuraninya…… mempelajari dirinya sendiri…belajar faham sankan paraning dumadi……
    Para manusia itu yang sedang belajar dan mengakui adanya sesuatu yang melingkupi dirinya… ..mereka yang sudah atau belajar mengenal dirinya sendiri….dengan kesadaran…dengan iman atau suara hati nurani….para manusia yang mencintai Tuhan dengan selalu ingat kepada Tuhan…kapan saja dan dimana saja……

    Kata poro winasis…bismillah adalah sebagai tanda seseorang yang sudah mengerti atau belajar memahami bahwa hidup dirinya ada penyebabnya…belajar faham sankan paraning dumadi….para manusia yang mempercayai bahwa dirinya berawal dan berakhir karena suatu sebab.yang pasti…proses berawal dan berakhir tanpa diminta dan tidak bisa ditolak dan tidak bisa dicegah prosesnya…..

    Kita ini ada .bukan karena maunya kita atau bapak atau ibu kita tetapi karena kehendak dan sifat NYA..yang hidup..yang kuasa..yang memelihara…yang mencukupi….yang kasih
    dan sayang….

    Para orang tua hanyalah sebagai penyebab dan penyempurna wadag jasad dan kemudian ditiupkan sebagaian dari Ruh NYA atau ruh yang sudah dicipta NYA ….para ruh yang berkumpul dialam ruh dan mereka sudah ditakdirkan atau diilhamkan untuk selalu ingin masuk kedalam wadag yang sudah dan sedang disempurnakan didalam alam kandungan ibu kita dan harap….he he he seperti sperma yang menuju rahim….berharap untuk hidup lebih sempurna…….

    Penyempurnaa si jabang bayi didalam kandungan ibu itupun bukan kuasa atau kehendak si ibu dan harap disadari bahwa daging atau organ tubuh manusia adalah seperti hidup sendiri dan seakan berkemauan sendiri dan semua sel atau organ seperti sedang bernaluri dan telah ditanamkan suatu perintah yang tidak bisa dibantah….he he he saya yang mengartikan bahwa unsur dalam jasad manusia adalah para malaikat / utusan / ilmu Tuhan/ kuasa Tuhan…..para malaikat adalah unsur yang serba benar dan tidak pernah merusak…..proses perwujudan ini adalah sama maknanya dengan bismillah…..dan masih banyak hal lain sebagai contoh…..

    Mas Gamalpra…..saya yang hanya mendengar saja bahwa malaikat itu adalah Nur Manusia …sebagai sesuatu yang selalu menyertai manusia…sesuatu yang sebagai utusan…….. …

  5. salam kembali kasih……..

    kang gamalpa mengenai manunggaling kawulo gusti menyatunya kita dg zat allah setahu saya bukan begitu, allah tetap allah sebagai zat sendiri sedangkan kita bagian yg diciptakan………..contoh

    misalkan kita membuat kursi, apakah kita akan disamakan dengan kursi…………….?
    kursi apakah sama dengan sipembuatnya……….?

    dalam pencarian ketauhidan saya sempat bertanya pada syeh siti jenar katanya 400 tahun dirinya tdk diperkenankan sosialisai di alamnya, baru sekali ini diijinkan untuk bertemu seseorang………….
    apa yg diajarkan salah untuk itu dia mendapatkan hukuman seperti ini, karena yg disampaikan pada muridnya tidak perlu syariat dulu…….ia langsung mengajarkan tarekat……..karena dirinya mengaku sebagai umat islam atau muslim semestinya mengikuti dulu ajaran yg disampaikan dari nabinya sebagai keyakinan yg dianutnya sebagai landasan/ pondasi ( syariat ) kemudian melangkah ke tarekat .
    sama halnya kita mencari ilmu pengetahuan duniawi…….apakah bisa / diperkenankan oleh depdiknas untuk memduduki jenjang pendidikan smp tanpa melalui sekolah sd..?

    begitu juga dengan ajaran tasawuf…………… semua itu semata- mata agar kita memahami secara lahiriyah maupun batiniah agar kita cerdas dalam mengenal dan memahami tuhannya ( allah )

    • setuju banget romo Ki Sasmita,

      syariat, tarekat, hakikat, makrifat harus urut… maaf, sy potong tadi diatas krn sy anggap org ind yg muslim kebanyakan sudah bersyariat, menjalankan shalat 5 waktu (walau bolong2) dan tarekat yg minimalis (puasa ramadhan)…

      tentang zat Allah sy tidak membicarakan, dan tentu saja berbeda.
      tetapi yg sy kemukakan adalah hak dan kewajiban kita menuju ke/menjadi MKG, kewajiban: apabila Tuhan Maha Pengasih, kitapun punya kewajiban menjadi pengasih dg sekuat tenaga…dll
      hak: Allah adalah pemilik surga, apabila kita sudah menjalankan semua kewajiban kita (tentunya yg MKG) dan menjauhi larangannya maka kita berhak untuk tinggal di surga juga…

      mohon maaf romo, sy baru belajar dan hanya pandai teori saja… maaf, maaf, maaf…

      salam

  6. Salam dan sugeng rahayu…..Ki Sasmita…Mas Gamalpra….Mas ABR…Mas Bejo Banget…Mas Tembayat….semua para romo yang saya hormati……

    Salam Mas SPSW……weeeh….foto saya yang gondrong ditampilkan…..foto wajah itu seperti orang binun…mbelgadus dan kumel…ora kramut lan oran ngramut awake……..

    Saya ada waktu rehat sedikit…pekerjaan order sudah saya wakilkan ke anak anak karena contoh teknik atau masternya sudah saya kerjakan…..

    Mas Gamalpra……saya mengerti atau memahami atas guyonan Njenengan….guyonan itu yang sepertinya memberikan isyarat atau tanda dan harapan agar rumah sederhana ini diusahakan sebagai tempat majlis untuk diskusi asah asih asuh……

    Saya sangat membenarkan bahwa isi pelajaran atau faham agama pada dasrnya memang harus pleg sama…dari hulu sampai hilir…..tulisan dalam Al Quran yang tidak pernah berubah……..

    Seperti yang dikatakan para pinisepuh…..seseorang yang cinta kepada Tuhan adalah pribadi yang baik meskipun dengan agama yang berbeda…….

    Seseorang yang menjadi pemeluk islam yang pada awalnya adalah karena hatinya beriman…beriman kepada sesuatu yang dianggap sebagai Tuhannya….kemudian secara syareat dia berstempel dengan agam islam…kemudian dia berharap bisa menjadi orang ihsan lalu muklis.bahkan berharap menjadi insan kamil….ini semua adalah.mengulang atau pengulangan atau mempertebal iman yang sudah dipunyai jauh jauh hari…terus terus dan berjalan terus menjaga hidupnya dan rasanya untuk bisa dibawa mati….sebagai manusia yang selalu diiringi dengan sesuatu yang tidak pernah melanggar apa yang disumpahkan dalam kandungan Al Fateha dan untuk yang faham selain islam maka saya tidak mengerti apa yang menjadi faham yang diimani untuk dijaga dan lalu dibawa terus menerus sebagai pengiring ajalnya…….

    Mas Gamalpra dan poro sepuh…saya atau kita semua memang seharusnya belajar supaya kita sebagai manusia pencari atau petualang …..cinta kepada Tuhan

    Suatu pengalaman menarik dari anak saya si Slamet dalam beberapa minggu ini dan saya sengaja tidak menulis disini karena apa yang sedang dialami adalah hal yang menurut saya adalah aneh dan sepertinya hal yang mungkin adalah salah…….

    Slamet yang selalu diuber uber manusia berkerudung atau bercerobong putih…supaya selalu sholat dan melakukan puasa 40 hari…..si slamet yang juga pernah mengalami rogo sukma yang bukan atas niatnya dan si slamet yang ternyata tidak bisa rogo sukma atas maunya…..lha ini piye karepe….apakah itu adalah hadiah atau sebagai apa ??……

    Si Slamet yang sepertinya sedang masuk kedalam dirinya dan menurut dia…ternyata alam dalam dirinya adalah aneh……garis besarnya apa yang dialami ini saya kiaskan begini…….tidak ada perempuan atau lelaki….jenis itu seakan tidak ada…..siang juga hilang…malam juga menjadi hilang…..salah dan benar juga hilang….dan blup semua menjadi seperti hilang dan kosong………

    3 hari yang lalu berlanjut pengalaman yang juga aneh……si Slamet yang seakan diringkus raja dholim dan bejat / Raja Kurawa…..slamet yang seperti dimasukan kedalam jurang yang permukaan cairan berwarna hitam…mengepul asap dan berbau busuk……
    Dalam ketidak berdayaan itu maka si slamet hanya pasrah bongkokan…meskipun cairan itu mengepul panas tetapi si slamet tidak merasakan panas itu dan akhirnya tubuhnya tenggelam dalam cairan pekat yang hitam itu……..

    Hal yang sangat aneh terjadi dikedalaman cairan hitam itu… .keadaan yang ternyata sangat berubah…si slamet melihat alam yang sangat indah dan sejuk…kemudian dia dijumpai oleh seseorang yang bermata 3…mata yang 1 persis ditengah keningnya lalu mata itu berubah seperti sebuah titik……manusia itu berbaju ihram dan hanya dililitdan berwarna putih…sosok yang sangat tampan….berambut panjang dan ikal….setelah uluk salam maka si slamet semakin jauh lagi tenggelam……lha ini yang menurut saya aneh….dijumpai sosok yang sedang semedi…duduk bersila….sosok itu yang bermahkota model segi tiga dan terbuat dari emas dan ternyata beliau adalah dan seperti Sang Budha……

    Itulah suatu cerita yang mungkin bisa kita renungkan maksudnya……..ternyata kebenaran adalah seperti bukan milik agama tertentu…..agama yang hanya mengandalkan syareat tanpa makna dan tanpa pendalaman hanyalah sebagai alat untuk menyesatkan banyak manusia…..menimbukan keonaran dan kerusakan….agama yang hanya kulit hanyalah cari menag sendiri dan pandangan hati nafsunya hanyalah demi ego…pahala dan surga…..

    Beragama tanpa nurani adalah kosong melompong…perilaku agama yang benar seperti memerlukan suatu pendalaman yang terus menerus….melihat…mendengar…berpikir dan berpikir terus…bertanya dalam dirinya dan meminta kepada dirinya untuk bisa mendapat jawabnya….suatu yang hampir mirip dengan apa yang dulu sedang dilakukan oleh Nabi Ibrahim…..dan menurut kata hati saya…rukun islam adalah seperti yang sudah sangat jelas telah diisyaratkan oleh Nabi Ibrahim…..salam rahayu…….
    ..

    • Tambahan…..setelah ditemui oleh sosok yang diduga sebagai Budha….maka si slamet diberi ucapan selamat dan diberi setangkai bunga yang berwarna kuning.oleh beliau……..

      • kang gamalpra……….

        manusia yg cerdas adalah yg mau bertanya ketidak tahuannya agar mengerti………
        setelah mengerti sebagai banan pijakan dalam mengarungi kehidupan .

        kita gali lebih dalam lagi……. kita diperintahkan untuk menjalankan kewajiban yg diserukan agama , semata -mata bukan untuk allah…..
        allah tdk butuh ibadah kita, tapi kitalah yg butuh allah………..melalui jalan yg di firmankan kepada utusannya yg ada di bumi/ para nabi.

        sebagai dzat yg maha tunggal serta maha berkehendak , sebelum tercitanya mahluk , allah telah menciptakan arasy dilangit ke 7 . terdiri didalamnya surga dan neraca.dan nur segala mahluk.
        kemudian diciptakan lagi alam yg ke 6 di huni bangsa malaikat kemudian diciptakan lagi alam yg ke 5 yakni alam khodam , kemudian menciptakan lagi alam yg ke 4 yaitu alam kubur / barzah nantinya sebagai tempat persinggahan sementara dari golongan jin dan manusia sebelum menghuni di alam yg ke 7 baik surga atau neraca melalui kiamat kubro. kemudian menciptakan lagi alam yg ke 3 yakni alam khorin yg dihuni oleh bangsa khorin berasal dari korin manusia dan jin sebagai selesainya tugas dalam menjaga/mengawal golongan jin/manusia setelah ajal menjemput.
        kemudian allah menciptakan alam yg ke 2 dihuni bangsa jin , kemudian menciptakan lagi alam yg ke 1 yakni alam dunia seperti yg kita rasakan sekarang ini. allah dlm menciptakannya selama 7 massa yg tdk bisa kita ukur dengan ukuran tahun manusia.

        setelah lengkap barulah allah menciptakan manusia nabi adam sebagai benihnya dari golongan bangsa manusia yg mendiami bumi .

        jangan heran jangan terkagum….. yg nulis jugu ikut terkagum-kagum subhanallah, walhamdulillah, walla illa ha illawllah…. salam dalam perenungan…..

        • den bagus gamalpra………

          maaf sebelumnya saya tdk menyudutkan atas pertanyaan panjenengan tapi pertanyaan itulah yg menurut saya amat menarik penjabarannya dapat mengupas lagi lebih banyak karena ada kait mengait bermuara pada kita bertauhid. maaf bukan saya membantah atas penjelasannya kang gamalpra malah sebaliknya membenarkan serta berterima kasih atas pertanyaan itu , saya dapat memberikan penjelasan ilmu yg didaoat selama ini terpendam beberaapa tahun lamanya sebagai pendadaran .cuma sekedar menambahi apa yang saya peroleh sebagai penambahan wacana.
          kita dihadapkan beberap pilihan pendapat bukan untuk bersilang pendapat, tapi saling
          melengkapi …… betul tidak kang…….? hua hahahahahaha…….

        • MUNGKINKAH jadi ?

          Mas GAMALPRA…..
          tuh Mas KI SASMITA sudahh siap sedia menjelaskan lugas dan tuntas kepadamu, jadi Mas GAMALPRA bisa ngangsu kaweruh di sana, sedangkan q nanti pada bulan baru hanya bisa menjelaskan sedikit nukilannya saja…..

        • betul mo…

          memang sdh dr sananya suruh ganti profesi kok mo, profesi ke 4,
          profesi sekarang duduk manis nonton bola… mungkin sesuai dg gravatar baru… kosong…, bukan lagi gebrak sana gebrak sini sok keminter… hehehe…

          salam alih profesi

  7. sejak mula pertama. peringatan itu sudah di tampakkan….
    sejak mula pertama, sebenarnya tabir itu telah diturunkan, lalu di angkat lagi untuk satu kenang-kenangan… dan juga rasa tidak tega
    Tetapi ternyata, kehendak lain mengatakan, jangan, dan biarkan saja…. Apa daya. sesuatu itu sungguh luar biasa.
    Bagaimanapun, kalau di paksa ternyata tidak baik… juga percuma
    Bagaimana juga, kalam itu belum waktunya di babar…

    Janjiku tetaplah janji…. tidak akan kupungkiri….
    Dan sesungguhnya q juga tidak perduli… mau di bilang SETAN, atau juga PENUNJUK.
    Yang penting sebagian masalah telah berjalan sesuai jalurnya.
    satu persatu akan berjalan lepas dari stasiunnya masing-masing….
    Bagai bunga kuncup, bagai kepompong
    Semua kembali ke jalan rahmadnya….

  8. hei tong sampah,

    sampah apa yg kau peroleh dari aku?

    dari aku, kau mendapat ilmu rahasia, apa kau tidak berterimakasih?

    dari awal aku sudah tau, kau laki-laki yang berhati jahat- yg akan menuai karma jahat pula,

    aku beri tau, isi mimpi aku tentang kau, november 2008:
    kau sedang terbaring sedih,sambil menjulurkan tangan ke arahku seperti meminta pertolongan, saat itu aku sedang duduk -tidak jauh dari tempat kau berbaring,

    coba kau ingat lagi, apa yg yg sedang kau derita pada november 2008,
    kau dengar, kau tidak ada arti apa-apa, bagi aku,

    hanya ada satu orang yg bisa menjadi imamku, laki-laki yang kucintai, yang namanya aku panggil setiap malam, yg kuingat setiap hari ,dia adalah guruku, Yesus, ‘Isa as,
    hanya dia laki-laki yg BENAR yg bisa menunjukkan dan membawaku pada kehidupan yg selamat di dunia dan beruntung dia akhirat,

    bila kau masih suka dengan aku,
    buatlah 2 tempat tinggal di desa sukuh,satu tempat untukku,sebelahnya untuk kau,
    dulu, aku pernah cinta, lalu kau berkhianat-kau cinta orang lain,

    maka, aku belum lega sampai kau dapat hukuman

    • murid YESUS….
      bila pertanyaan. itu kau tujukan kepadaku, untuk apa ?
      Terima kasih q ucapkan telah mengingatkan. Cuma sayang jalan setiap orang berbeda-beda.

      Dan ma’af th 2003 – 2011, tidak pernah ada satupun wabah penyakit di negeri ini. entah kalau di negara lain

  9. Salam Mas Gamalpra dan semua poro sepuh………

    Saya hanya akan bercerita soal apa yang saya percayai dalam hidup dan apa sebenarnya yang membuat kita atau banyak orang sepertinya menyederhanakan soal bertanggung jawab tentang banyak hal yang sudah diperbuatnya………

    Seperti apa yang pernah saya sampaikan bahwa saya adalah beragama KTP…..agama bagi saya adalah dan seperti kewajiban yang harus saya penuhi demi penilaian masyarakat…demi menghindari fitnah dari banyak orang yang menganggap diri dan agamanya paling benar……..

    Kalau saya berterus terang soal apa yang saya percayai maka faham saya adalah seperti ilmunya orang ngawur atau omongan orang yang sedang mabuk ….clometan….tidak sopan dan menghina…….

    Saya yang bertahun tahun yang selalu berpikir….dimana Allah sebenarnya ??….disana atau didekat kita …DIA yang berada didiri kita atau kita yang ada dalam diri NYA…..atau kita dan alam semesta yang tidak terbatas ini adalah dalam diri NYA……

    Kenapa Allah yang tidak terjangkau dengan logika pikiran kita lalu kita paksakan bahwa Allah seakan bertempat tinggal disuatu tempat…tempat yang kita logikakan seperti suatu ruang…..ini jelas tidak mungkin…..kalau Allah bertempat dalam ruang maka Allah hanyalah seperti benda yang lebih kecil dari ruang itu……jadi Allah tidak bertempat seperti kita membayangkan diri kita bertempat…..karena Allah adalah berdiri sendiri dan tidak bergantung kepada sesuatu yang lain………

    Allah yang pasti ujud dan ada…..bagaimana ujud Allah…..lalu kita membayangkan ujud itu adalah berbentuk dan seperti benda ujud yang sudah kita logikakan…maka kita membayangkan bahwa Allah seperti mahluk atau suatu benda…….mahluk atau benda adalah sekumpulan unsur yang berbentuk dan bersifat dan bila unsur itu kita preteli maka ujud dan makna benda itu menjadi tidak bermakna dan tidak pula ada namanya.karena sudah hilang terburai semua…….Allah bukanlah sekumpulan unsur atau kebendaan materi….karena DIA adalah tunggal….berdiri sendiri….ada tanpa sarana atau tanpa sebab……..

    Allah yang dikatakan bersifat dan berkehendak…….kehendak dan sifat Allah adalah adil dan bijaksana terhadap penciptaan sesuatu yang sudah dalam kehendak cipta NYA…..tidak ada yang berbeda menurut sifat dan kehendak itu…..
    Allah tidak bisa dikatakan sesuuatu yang baik dan buruk……..
    Allah yang tidak bisa dikatakan sebagai benar ( karena mencipta dan memelihara ) dan sebagai yang salah ( karena merusak atau membunuh ) karena Allah bukanlah seperti manusia atau mahluk…karena mahluk mempunyai daya pandang yang berbeda atau yang mendua sebagai pelengkap atau penyeimbang diri dan hidupnya……….salah atau benar itu hanya logika pikir manusia dan Allah tidak bisa dikatakan sebagai yang seperti itu……

    Banyak hal lain yang sudah saya pikirkan……..kalau saya mendengar perkataan atau pengakuan bahwa Syeh Siti Jenar mengaku sebagai Allah maka bagi saya perkataan itu adalah senda gurau atau nyemoni kepada para wali yang lain…….Syeh Siti Jenar yang memperingatkan secara tidak langsung bahwa para wali sepertinya tidak mau menerangkan dengan sebenarnya dalam soal ngrasani Allah…karena menerangkan soal Allah memang sangat mbulet dan sangat sulit untuk diterima akal manusia……memerlukan waktu yang lama untuk bisa mengerti tentang hakekat Allah……..

    ……..

    .

  10. Itulah suatu cerita yang mungkin bisa kita renungkan maksudnya……..ternyata kebenaran adalah seperti bukan milik agama tertentu…..agama yang hanya mengandalkan syareat tanpa makna dan tanpa pendalaman hanyalah sebagai alat untuk menyesatkan banyak manusia…..menimbukan keonaran dan kerusakan….

    Beragama tanpa nurani adalah kosong melompong…perilaku agama yang benar seperti memerlukan suatu pendalaman yang terus menerus….melihat…mendengar…berpikir dan berpikir terus…bertanya dalam dirinya dan meminta kepada dirinya untuk bisa mendapat jawabnya….suatu yang hampir mirip dengan apa yang dulu dilakukan oleh Nabi Ibrahm….dan menurut kata hati saya…rukun islam adalah seperti yang sudah sangat jelas telah diisyaratkan oleh Nabi Ibrahim…..salam rahayu……(WM)

    Mas WM,

    Betul,kebenaran TIDAK bisa dimonopoli, oleh siapa saja atau agama apapun juga. Kebenaran mutlak hanya milik … Gusti atau dewa2 saja. Saya amat sangat setuju dengan njenengan, tanpa NURANI beragama ya turun tingkatnya menjadi sekedar omong kosong, mbelgedes, nonsense.

    Kalau semua orang di dunia ini – dan mungkin di akherat sana – bilang orang2 Ahmadiyah *) itu wajib digebuki atau mungkin dibunuh, maka saya akan bilang kalian semua …salah.
    Andaikan saya besok dimasukkan surga – kalau memang ada – saya akan protes sama Gusti, saya ke neraka saja kalau surga itu tempat berkumpulnya orang2 yang suka merugikan orang lain,yang suka nggebuki orang lain.

    Kalau orang2 Ahmadiyah itu salah,biar saja nanti Gusti yang menghukum mereka. Dengan mengirim bledek,petir, dimakan harimau,atau apa saja. Gusti kan super arif dan pinter,Dia tidak butuh pertolongan kita…. Kata kang Yesus perintah Gusti yang paling pokok adalah nresnani Dia, Gusti, dan nresnani pepada, sesama, seperti kita nresnani diri kita sendiri. Yang lain2, menurut saya, ya sekunder.

    Tapi,kan ada juga ‘program’ dalam diri kita sendiri yang di ‘install’ – dipasang – oleh Gusti sendiri yang tidak bisa keliru, kata hati (nurani) … Jadi,sebelum kita bertindak, misalnya menggebuk orang yang tidak sepaham dengan kita, kita harus bertanya pada nurani kita, apa kita mau digasak orang lain dengan paham yang berbeda ? Kalau tidak, ya jangan menggasak siapa2 … Kata mbah Konghucu, kira2,
    kita perlakukan orang lain sebagaimana kita mau diperlakukan oleh orang lain. Jangan mencubit kalau tidak mau dicubit, kata orang Jawa.

    Salam katresnan nurani

    *) Orang Ahmadiyah hanya salah satu contoh saja. Yang dianggap salah bisa banya sekali contohnya : Orang Yahudi,orang Bahai,

  11. Salam dan hormat saya kepada poro sepuh……..

    Saya yang bertahun tahun juga bertanya tanya….apakah surga itu dan dimanakah tempatnya…..

    Sudah tidak asing lagi bahwa kata kata surga sudah sangat sering kali kita dengar dari para pendakwah agama tertentu….surga adalah seperti tujuan tempat akhir ketika kita sudah mati jasad….. Neraka adalah tempat akhir sebagai kebalikan tempat surga…….

    Saya sampai sekarang masih ora mudeng soal surga dan neraka…..kenapa Allah berfikiran seperti logika pikiran kita…..menyenangi atau membenci manusia….memilah milah manusia menjadi 2 kelompok besar….kelompok pertama di manja manja dan kelompok yang satunya disiksa sampai keyel keyel dan seperti tidak berperikemanusiaan…..lha piye iki….

    Saya yang mungkin berpikiran ekstrim bahwa sebenarnya surga dan neraka adalah bisa menyesatkan kita karena karena 2 hal diatas maka kita seakan jauh dari tujuan yang katanya menyembah DIA…….

    Ketika kita menyembah Allah lalu ada iming iming surga…lha ini yang menurut saya menyesatkan…..kita yang berasumsi dan menduga bahwa menyembah akan diartikan membuahkan pahala dan pahala itu sepertinya hal yang luar biasa nilainya dan seperti berderajat lebih tinggi dari Allah……

    Kejujuran adalah harus dan penting….kita menyembah Allah itu karena takut marah NYA dan takut neraka atau ingin mendapat pahala dan bernafsu dengan surga NYA….atau bukan karena 2 tempat itu….yaitu murni karena puji sukur dan cinta kita

    Kalau kita dalam menyembah dan ingat dengan yang selain DIA …misalkan SURGA maka kita sebenarnya sudah musrik karena kita sudah menyekutukan Allah…..
    Bersembayang dan ingin surga maka menurut saya derajat surga seakan lebih tinggi dari Allah dan sepertinya Allah dan para malaikat hanya seperti jongos kita….seperti penjaga surga dan melayani kita lalu mempersilahkan manusia untuk masuk…

    Melakukan suatu kewajiban rukun islam yang hanya disederhanakan maksudnya dan tanpa dimaknai dan tidak dipraktekkan dengan nyata dan menganggap melaksanakan sholat puasa zakat naik haji adalah mendatangkan pahala dan dijamin masuk surga maka hal itu adalah pikiran yang sesat…..

    Mengapa banyak manusia pemaham agama ketika melakukan kewajiban sembayang dengan cara yang hanya seperti itu saja…gerak jenta jentit atau menahan lapar dan haus dan seperti tidak ada manfaat kepada manusia lain bisa dikatakan mendapatkan pahala dan Allah seperti kedonyan dengan apa yang dimiliki manusia dan Allah yang sepertinya senang disogok atau dimanja manja dielu elukan manusia……hal seperti itu adalah tidak masuk akal dan bertentangan dengan sifat Allah sendiri……..

    Hal yang menjadi sangat lucu….sembayang atau melaksanakan rukun yang lain yang sudah diwajibkan kepada diri manusia dan semua itu demi butuhnya hidup pribadinya…demi selamatnya…demi bahagia dan tentram dirinya sendiri …lha kok masih butuh imbalan pahala dan mengharapkan surga….lalu Allah dikemanakan dan kita anggap apa ??……

    Ini hanya logika pikir kita yang masih berjasad daging dan bernafsu binatang……Kita yang katanya menyembah Allah dan ada niat kita yang lain yaitu surga….kita akan mengingat Allah ketika kita belum masuk surga…..lalu apakah kita ingat kepada Allah ketika kita sudah masuk surga ??……surga yang begitu nikmatnya untuk pemenuhan nafsu kita apakah masih ada bayangan atau ingat kita kepada Allah….he he he saya jadi ingat kenapa Nabi Adam diusir dari surga…….
    Didunia saja banyak orang yang sudah lupa kepada Allah ketika sedang senang dan bahagia dan lalu ingat lagi kepada Allah ketika sedang susah…apakah manusia yang seperti ini yang nantinya masuk surga…lha wong pikiran mereka saja sudah kedonyan dan menyembahnya mereka adalah berpamrih soal kenikmatan nafsu jasadnya………

  12. mbulet.. mumet… mikir Tuhan… jentat-jentit… surga neraka… ngelu…

    ketika masih anak2, bapaknya nyuruh… le… belajar yg rajin ya.. nanti kalau kamu naik kelas bapak kasih hadiah!

    ketika sudah beranjak dewasa, bapaknya dieeemmm.. saja, ga pernah perintah belajar yg rajin.
    paling2 kalau anaknya mengeluh, pak ulangan matematikaku dapat 5… si bapak bilang… salahmu sendiri ga pernah belajar.. ya terserah kamu mau jadi orang atau mau jadi gelandangan…

    anehnya…, kalau si anak sudah dari kecil rajin belajar tanpa diuruh apalagi dipaksa untuk belajar dan nilai ulangannya bagus terus… si bapak malah ga pernah janji beri hadiah..!

    identikkah si bapak dg Allah?
    identikkah hadiah dg surga?
    identikkah rasa puas/lego/marem dg surga?
    surganya anak2 adalah kebendaan?
    surganya org dewasa adalah rasa puas/lego/marem/kosong tanpa wujud?
    anehkah org dewasa yg surganya kebendaan?

    mbuh ah…

    salam mumet!!!

    nb. lanjutken romo WM

  13. Tulisan ini ditujukan khusus untuk diriku pribadi dan untuk siapa saja yang menginginkan kedamaian…

    Berbuat baik karena menginginkan surga ya silakan…. sebab Tuhan pun menginjinkan. Berbuat baik karena takut neraka ya silakan… sebab Tuhan pun menginjinkan. Berbuat baik karena cinta dan hanya mengharap ridha-Nya tentu ini yang terbaik. Dan yang tidak berbuat baik itulah yang perlu di luruskan… tidak peduli dia ulama, ulama yang pejabat, atau ulama yang presiden sekalipun. Duhai saudaraku… apakah kita pantas memaksakan cinta untuk orang yang belum mengenal cinta, bukankah sebaiknya kita menerapkan cinta kita sesuai kadar pengetahuannya, agar kelak ia pun bisa mengenal cinta. Apakah pantas kita menghakimi apapun yang tidak kita ketahui mengenai sejatinya, padahal Tuhan telah merencanakan semua ini dengan sebaik-baiknya. Sesungguhnya kita ini hanya manusia yang sedang di uji akalnya, di dalam permainan yang melalaikan, guna sama-sama belajar agar bisa mengungkap ilmu-Nya mengenai arti kehidupan dalam semua dimensi. Tugas kita hanya memilih yang baik, yang baik menurut pencipta kita, bukan yang lainnya. Dan semua pilihan telah tersedia dalam Lauhul Mahfuz. Termasuk pilihanku untuk menulis ini di sini.

  14. Salam Mas Gamalpra…..Mas Bois…poro sepuh yang terhormat……..

    Mas Gamalpra……saya ini tidak bisa menerangkan hal hal yang dimengerti para poro sepuh faham islam…..saya ini yang belajar hidup dengan cara alamiah….otodidak….melalui alam ini…belajar dengan apa adanya…seiring waktu dengan hidup saya……..weeeh…lalu saya mau meneruskan atau melanjutkan soal apa………

    Jujur saya katakan bahwa banyak dari kita yang beragama mayoritas di negeri ini hanya seperti makanan siap saji..instan….pokoknya makan…perut kenyang dan beres…..makanan siap saji itu yang sangat sederhana…gampang bikinnya…dan tentunya rasanya ya seperti itu….masih jauh dari makanan yang kalau bikin begitu ruwet…mbulet…butuh waktu…dan resepnya juga tidak sederhana dan bahan mentahnya harus dipilih yang segar dan sehat…….

    Kita ini ibarat segumpal tanah atau sebidang tanah….berbahan atau mengandung mineral yang lengkap….tanah itu yang diilhamkan atau dipastikan jelas subur dari sononya dan bila kita tanam biji tanaman buah…dijamin pastih tumbuh……..

    Tanah ini yang harus ada air yang mengguyur…..juga ada rongga untuk menyimpan air dan udara dan juga harus disinari matahari…tanah ini yang mungkin bisa dikatakan tanah subur…..he he he berbicara soal tanah dan semua unsur tadi mengingatkan kita soal unsur tubuh jasad kita dan 4 sifat dasar kita juga………

    Sudah saya percayai bahwa apa yang saya dengar soal sholat atau sembahyang dari lisan para beliau dan buku atau kitab ajaran adalah benar adanya……..bahwa sholat adalah sebuah cara yang paling benar dan jitu untuk mencegah perbuatan yang munkar dan keji……hal itu ternyata sangat sulit dilakukan manusia karena syarat wajib yang harus dilakukan adalah SADAR dan JUJUR…..hal itu yang tidak bisa ditawar…….sholat yang saya sebutkan adalah bukan gerak badan ditempat…kalau hal seperti itu atau dingklak dingkluk sepertinya tidak sulit dan sudah jutaan manusia melakukan itu……..

    Sholat adalah perbuatan yang bisa mendatangkan pahala…..apakah pahala adalah seperti pemberian dari seseorang atau dari sesuatu atau dari Tuhan yang disembah….kenapa kita menduga seperti itu…..kalau kita sholat dan mengharapkan kebendaan maka kita seperti manusia yang tidak sempurna….miskin…bodoh….tidak berguna….peminta……dan kedonyan surga….dan kenapa sholat tidak mau kita sugestikan atau kita akui sebagai pengakuan bahwa kita adalah dan sedang berpuji sukur atas yang sudah kita terima yaitu soal yang paling baku…yaitu kita yang sudah menerima HIDUP dan hidup ini ada banyak jaminan yang mendukung karena ADA yang menjamin…………

    Kita ini yang dikatakan bisa mewakili tentang hebat dan maha karya NYA atau dikatakan sebagai jagad kecil atau micro cosmos seharusnya sadar diri bahwa kita ini sepertinya sebagai gambaran atau bukti ke maha luasnya ilmu NYA……lalu kenapa kita meminta minta lagi hal hal yang sudah kita punya……kenapa kita harus meminta dan mengharap surga…lha wong surga sudah kita bawa dan kita rasakan disetiap harinya…….kita ini seperti orang buta dan tuli bahkan lumpuh….menghina atas apa yang sudah kita terima dan meminta lagi hal hal yang sangat jauh dari diri kita…yaitu surga yang letaknya nun disana…..sebaik baik kembali adalah kepada NYA dan bukan tidak kecantol kealam kebendaan yaitu surga atau alam neraka…..

    • Mas Gamal…maksud saya…..kita atau banyak manusia faham mayoritas dalam soal beragama dan menyembah Allah hanya seperti sangat disederhanakan maksudnya….hanya sebagai syarat untuk diakui sebagai manusia yang bukan kafir dan tidak digunjing di masyarakat…hati atau iman mereka…embuh nyatane…..mereka seperti makan makanan instan…siap saji…gampang…cepat….pokoknya dan yang penting bisa makan dan perut kenyang…..

  15. Salam om WM…

    =======================================================================
    Sudah saya percayai bahwa apa yang saya dengar soal sholat atau sembahyang dari lisan para beliau dan buku atau kitab ajaran adalah benar adanya……..bahwa sholat adalah sebuah cara yang paling benar dan jitu untuk mencegah perbuatan yang munkar dan keji……hal itu ternyata sangat sulit dilakukan manusia karena syarat wajib yang harus dilakukan adalah SADAR dan JUJUR…..hal itu yang tidak bisa ditawar…….sholat yang saya sebutkan adalah bukan gerak badan ditempat…kalau hal seperti itu atau dingklak dingkluk sepertinya tidak sulit dan sudah jutaan manusia melakukan itu……..
    =======================================================================

    Kalau boleh tahu, sholat seperti apa yang Om WM maksudkan?

    =======================================================================
    Sholat adalah perbuatan yang bisa mendatangkan pahala…..apakah pahala adalah seperti pemberian dari seseorang atau dari sesuatu atau dari Tuhan yang disembah….kenapa kita menduga seperti itu….
    =======================================================================

    Kalau boleh, bisakah Om WM menjelaskan tentang “pahala” yang Om wm maksudkan itu?

    =======================================================================
    Kita ini yang dikatakan bisa mewakili tentang hebat dan maha karya NYA atau dikatakan sebagai jagad kecil atau micro cosmos seharusnya sadar diri bahwa kita ini sepertinya sebagai gambaran atau bukti ke maha luasnya ilmu NYA……lalu kenapa kita meminta minta lagi hal hal yang sudah kita punya……kenapa kita harus meminta dan mengharap surga…lha wong surga sudah kita bawa dan kita rasakan disetiap harinya…….kita ini seperti orang buta dan tuli bahkan lumpuh….menghina atas apa yang sudah kita terima dan meminta lagi hal hal yang sangat jauh dari diri kita…yaitu surga yang letaknya nun disana…..sebaik baik kembali adalah kepada NYA dan bukan tidak kecantol kealam kebendaan yaitu surga atau alam neraka…..
    =======================================================================

    Tidak semua orang bisa memahami itu Om, dan Tuhan tentu hakim yang Maha Adil yang Maha Memahami kemampuan berpikir setiap hamba-Nya. Surga dan Neraka yang Tuhan ciptakan tentu ada gunanya, dan setiap level Surga dan Neraka dihuni sesuai dengan level penghuninya. Level tertinggi dalam Surga adalah berjumpa dengan-Nya.

  16. Salam Mas Bois……

    Weeh saya ini ngomong ngawur dan itupun versi saya pribadi……..

    Maksud saya itu jelasnya begini……sholat sudah jelas dipercaya oleh faham islam adalah gerak yang ada doa dan sudah diniatkan…menghadap kepada ALLAH….seperti sholat 5 waktu itu dan sholat sunnah yang lain…..hubungan vertical….

    Menurut kepercayaan pribadi saya…embuh benar…embuh salah….he he he jangan ditanya ini kabar dari siapa……..sholat 5 waktu yang sudah dijelaskan rukun dan syaratnya itu adalah seperti perilaku Nabi Ibrahim dan bahkan rukun islam dari berucap syahadat sampai naik haji adalah seperti perjalanan spiritual Bapak Nabi Ibrahim………..

    Saya lebih menitik beratkan bahwa sholat yang sebenarnya sholat adalah perilaku seseorang untuk bermarifat melalui dirinya sendiri dan alam semesta…….

    Saya juga mendengar lagi bahwa gerak sholat adalah menggambarkan tentang 4 sifat dan 4 unsur manusia untuk tunduk dan patuh kepada Sang Pencipta…selain itu tidak……

    Sholat yang sebenarnya sholat adalah berbudi pekerti…berpengetahuan…berkesadaran…bermarifat.dan kalau semua itu dijalankan maka jelas berdampak hal yang sangat positif dalam hidup….berkeluarga…bermasyarakat…bernegara…..

    Kalau kita yang faham islam yang hanya berpikiran pendek dan menelan apa adanya bahwa sholat adalah sebagai kewajiban dan bisa mendatangkan pahala dan berdosa kalau ditinggalkan dan hanya diartikan hanya seperti itu..maaf…sholat 5 waktu dengan berjamaah atau sendiri dan setelah itu tidak dipraktekan persis sama seperti niat dan doanya maka sholat seperti yang difahami itu hanya sia sia…kosong melompong….yang suka nipu masih terus menipu …yang curang tetap saja curang…dan mereka selalu menduga bahwa dosa yang sedang dilakukan dengan sadar dan jelas salah akan lebur dengan pahala sholat jengkjang jengking…….ini pikiran curang dan manipulasi…melencengkan yang haq dan membenarkan yang batil dengan teori yang seperti itu…bukti sudah terlalu banyak dinegeri ini…..dan ini harus kita akui dan jangan ditutupi atau dipungkiri………..

    Kalau dalam sholat ada bacaan wajib yaitu Alfateha maka dalam berperilaku harus juga melakukan makna dari surat Alfateha itu….maka logikanya…mana yang lebih jitu dalam membenahi manusia dalam ahlak budinya…membaca Alfateha dengan ndremimil atau berpraktek nyata ……semoga Mas Bois bisa memahami apa yang sedang saya bayangkan……..

    Silahkan semua manusia melakukan sholat gerak jengkang jengking dan berharap aneh aneh atau bahkan berharap surga karena hal itu memang hal yang baik…….

    Wajiblah kita semua melakukan tindakan yang persis sama dengan apa maksud dan makna sholat dan bacaan wajib itu……logika saya sangat gampang…ALLAH TIDAK BUTUH / TIDAK BERHAJAT DENGAN MAHLUK……mau sholat atau tidak sholat itu terserah manusia karena menurut saya SHOLAT ITU ADALAH KEBUTUHAN MANUSIA ITU SENDIRI….untuk kebaikan dan keselamatan diri kita sendiri..keluarga dan kerabat atau semua mahluk dan alam semesta……..

    .

  17. Mas Bois……maksud saya…sholat jengkang jengking adalah bentuk kepatuhan jasad atas apa yang dikehendaki jiwa atau ruhnya….jiwa atau ruh yang tidak mau dan tidak bisa mampu untuk berbohong…..jasad yang harus menjadi makmum dari imam yang sangat suci yaitu ruh itu sendiri……lalu bagaimana mungkin seseorang yang mengaku taat dan sholat dalam sehari harinya melakukan kebohongan dan penipuan sedangkan dirinya sudah dan selalu mendengar bahwa hati nurani sudah mengingatkan dan menegur atau mencemooh tabiat atau perilaku kita yang tidak sangat sesuai dengan apa yang sudah diucap atau disumpahkan didepan Allah atau sudah didengar oleh hati nuraninya……..

    Seseorang yang akan bersholat / menghadapkan diri jasad dan hatinya didepan Allah sudah dipastikan harus tidak boleh berhadast dan harus berwudlu atau mandi besar yang katanya itu adalah syarat wajib dari rukun sholat…..lha kalau yang berhadas itu jiwanya lalu dengan cara apa untuk mensucikan……..

    Kita ini seperti berlogika berkebalikan…..kita ini seperti orang slintutan…tidak jujur….tidak malu ketika sudah dan sedang berbohong kepada diri kita sendiri dan juga berbohong kepada ALLAH…….

    Sholat 5 waktu adalah pembuktian diri dan jiwa kita kepada Allah…berwudlu adalah bermakna selalu menjaga suci disetiap waktunya dan lalu menunjukan didepan Allah bahwa diri dan jiwanya selalu suci bersih…benar dan pener…wudlu yang tidak pernah batal dan bukan yang bermaksud seperti arti yang sangat dangkal…….

    Saya juga mendengar… sholat itu sebenarnya adalah 50 kali dan kata beberapa rosul mengatakan itu adalah berat dan akhirnya menjadi turun menjadi 5 waktu…….maka yang benar adalah sholat sebanyak 50 kali dan itu adalah bermaksud selalu menjaga dirinya untuk selalu ingat dan tidak batal wudlu atau tidak melakukan kesalahan yang sangat fatal……..

    Aneh.sekali pemahaman kita yang maunya menang sendiri…sak kepenake dewe….. suatu misal saja….kita sengaja sudah dan selalu berkotor kotor ria dan ketika kita menghadap Allah lalu kita berbersih bersih dan bersuci ria …karena menghadap Allah harus bersih…lha…kita ini apa begitu gobloknya sehingga merasa bisa menipu Allah……maka dari itu sebaiknya para guru pengajar harus menjelaskan dengan sejelas jelasnya makna dan hakekat sholat itu dan bukan seperti yang sedang difahami.bahwa sholat hanyalah seperti menyogok Allah untuk masuk surga…………

    • Salam Om WM…

      ====================================================================
      Silahkan semua manusia melakukan sholat gerak jengkang jengking dan berharap aneh aneh atau bahkan berharap surga karena hal itu memang hal yang baik…….

      Wajiblah kita semua melakukan tindakan yang persis sama dengan apa maksud dan makna sholat dan bacaan wajib itu……logika saya sangat gampang…ALLAH TIDAK BUTUH / TIDAK BERHAJAT DENGAN MAHLUK……mau sholat atau tidak sholat itu terserah manusia karena menurut saya SHOLAT ITU ADALAH KEBUTUHAN MANUSIA ITU SENDIRI….untuk kebaikan dan keselamatan diri kita sendiri..keluarga dan kerabat atau semua mahluk dan alam semesta……..

      ====================================================================
      Menurut pengetahuan saya, sholat yang sempurna itu adalah sholat yang dilaksanakan secara syariat (sholat 5 waktu), hakikat (dengan bertakwa), dan makrifat (dengan cinta). Jika hanya melaksanakan satu atau dua saja tentu sholatnya itu belumlah sempurna.

      Karena hal itu (sholat 5 waktu) memang hal yang baik. Menurut Om, sholat 5 waktu itu penting atau tidak dilaksanakan oleh setiap muslim?
      Jika tidak, kenapa Nabi Muhammad melaksanakannya hingga akhir hayat beliau, padahal beliau itu orang yang sangat dekat dengan Tuhan dan paling mengerti perihal sholat?
      Jika penting, apa saran Om kepada setiap muslim?

      ====================================================================
      Seseorang yang akan bersholat / menghadapkan diri jasad dan hatinya didepan Allah sudah dipastikan harus tidak boleh berhadast dan harus berwudlu atau mandi besar yang katanya itu adalah syarat wajib dari rukun sholat…..lha kalau yang berhadas itu jiwanya lalu dengan cara apa untuk mensucikan……..
      ====================================================================

      Setahu saya salah satu manfaat dari sholat itu adalah untuk mensucikan jiwa, jadi salah satu cara untuk mensucikan jiwa tentu dengan sholat.

      ====================================================================
      maka dari itu sebaiknya para guru pengajar harus menjelaskan dengan sejelas jelasnya makna dan hakekat sholat itu dan bukan seperti yang sedang difahami.bahwa sholat hanyalah seperti menyogok Allah untuk masuk surga…………
      ====================================================================

      Sudahkah Om WM belajar dari para guru pengajar yang betul-betul mengerti tentang sholat?

      • Salam Mas Bois…….

        Terima kasih atas uraian Njenengan…….sedikit banyak saya faham alur pemikiran Mas Bois…..pleg sama dengan pemikiran para teman saya yang santri…….

        Semoga Mas Bois memahami apa yang sedang saya pikirkan….dan tidak salah menduga apa isi hati saya….

        Tentang …apakah saya sudah pernah belajar kepada seorang Guru…weeeh…saya ini sepertinya orang kabur kanginan…mungkin bagi banyak manusia pemaham islam fanatik…dogmatis….saya ini seperti atheis atau kafir…….salam rahayu…..

      • Indahnya permainan ini… menjawab sesuatu yang tidak dimengerti adalah kesia-kesiaan. ^_^

  18. Salam Om WM dan juga semua teman-teman yang baik…

    Kini sudah saatnya saya pamit dari blog ini untuk memenuhi kewajiban saya yang lain. Terima kasih karena sudah berbagi ilmu kepada saya, tak lupa saya ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika ada perkatan saya yang tak berkenan.

    Bye and Peace V ^_^

  19. Salam….selamat pagi…semoga sejahtera dan berbahagia….untuk semua sahabatku……..

    Jiwaku telah terindetitas karena ucapan dan kalimat yang sudah saya tuliskan dan saksinya adalah diriku sendiri…alam yang menaungi saya dan Tuhan yang aku sembah……

    Kebenaranku bukan kebenaran sejati karena apa yang saya anggap benar mungkin karena nafsu ego atau pola pikirku yang tidak sama atau tidak bisa diterima oleh logika pikir hidup dan kehidupan yang lain…..hidup mereka yang sedang hidup dihidupkan dalam waktu yang sama …ditempat ini atau ditempat disana ………..

    Kesalahanku semoga tidak berdampak kesalahan yang berulang dan lalu terus menimbulkan suatu kesalahan yang lain lagi …lagi dan lagi……..
    Kesalahan dan kesalahan yang telah aku lakukan tanpa aku sadari telah banyak menimbulkan banyak pertanyaan dan seakan pula melawan apa apa yang sudah dikatakan sebagai kebenaran yang sudah datang dan sudah dikumandangkan dari dan oleh para pembawa dan pengibar bendera benar…….berasal dari waktu yang lalu dan berasal dan datang dari tempat disana…..

    Seperti kias ulat yang berkehendak dan sesuai kodrat alam kehendak NYA untuk berubah menjadi kupu untuk bisa terbang bebas…menjadi seperti kepompong yang tidak bergerak dan seakan mati, tanpa makan dan tanpa minum….seakan tidak butuh dengan dunia lain….si kepompong yang harus sibuk mengurus dirinya…memperhatikan semua yang ada dalam diri dan jasadnya…….
    Maka.tanpa melakukan niat dan tanpa melakukan gerak dalam diam dengan niat ingsun ingin benar, bertapa bertafakur berpasrah bercinta kepada dirinya sendiri dan kepada yang menciptakan dirinya maka tidak akan tercapai suatu rasa yang merdeka , jiwa yang masih terkungkung dan terkurung oleh keadaan alam sekitarnya…terkungkung dan terkurung juga oleh logika akal pikirnya…ego dan nafsunya…..

    Ujud ulat tidaklah sama dengan ujud kupu kupu….ulat adalah awal yang seperti itu…..keadaan yang seperti hanya sebegitu.nilainya……berubah menjadi kupu kupu indah dan terbang bebas dengan cara diamnya…bergerak dan berikhtiar dengan diamnya diri….dengan caraya sendiri dan tidak dimengerti oleh mahluk lain…….

    Untuk semua sahabatku……..salam kupu kupu…..

    • salam romo JS,

      tadi malam ngimpi apa impen-impenen ya… bunga tidur karena terlalu menghayati…?
      “sudah terlalu banyak yg menghina dan mengejekku… inilah saatnya…!!!”
      kira-kira begitu beliaunya bicara…

      salam embuh ora ngerti

      • Salam Mas GP….titip salam kepada beliaunya bila datang lagi…….semalaman saya berpikir dan mencoba menjawab pertanyaan saya yang lama dan ternyata jawaban selalu saja sama…..kebenaran akan terbukti benar bila suara hati kecil dan nurani sebagai Raja tubuhnya…….salam nurani….

      • nah lho….. hati2 yang merasa suka menghina dan mengejek.

        saya kadang juga sulit memahami, kenapa orang suka menghina, menyakiti atau mendzolimi orang lain ?, bukahkah sikap seperti itu hanya akan menjauhkan pertemanan dan mendekatkan pada permusuhan ?.

        dan permusuhan hanya akan menimbulkan kepala kliyengan….. he..he..he…, itu sebabnya saya suka digunung… tidak kliyengan bertemu dengan orang2 yang sukanya membuat kliyengan……. wahh… tapi bingung,

        dari pada kliyengan………… cerna itu wejangan kang JS, semoga bermanfaat, makasih kang sarapannya

      • salam poro sepuh,
        salam romo JS & kang sandi,

        bangun tidur trataban atiku… berdetak kencang jantungku… embuh bener embuh ora… sy tidak tahu persis wong namanya mimpi.
        tapi herannya sampai detik ini sewaktu menulis, masih berdebar-debar jantungku antara suka karena SPnya mulai mergawe dan kengerian oleh akibat yg ditimbulkannya karena marahnya beliau.

        tapi mohon maaf, itu hanya sebuah mimpi… mimpinya orang kecil yg tidak punya ilmu macem-macem.

        sepertinya… mungkin… mungkin… dalam waktu dekat… mudah-mudahan, kalau Tuhan mengijinkan dan ridho… sy dipertemukan… entah dg cara bagaimana…

        romo JS dan kang sandi,
        kalau njenengan ketemu SP duluan, tolong titip salam untuk beliaunya…

        • he….he…he…. iya kang gp, kalau ketemu, insya Allah salamnya tak sampaikan.

          memangnya mimpi apa kang koq spnya sedang mergawe dan menimbulkan kengerian akibat marahnya ?

          pemahaman saya mengenai sp itu orangnya welas asih, santun, pemaaf, dan juga tegas, sebab beliaukan memiliki tauhid tinggi, orang yang memiliki tauhid tinggi itu orangnya kan tidak mudah marah, penuh welas asih, bicara santun, ketegasannya timbul karena beliau leader, dan dalam melakukan sesuatu beliau menunggu petunjukNya.

          bisa jadi mimpinya akang melihat sesuatu yang mengerikan, tapi jangan berprasangka itu pekerjaan beliau.

          berdo’a saja kang, mudah2an segera dipertemukan, amien

          • kang sandi yth, memang spnya welas asih dan bertauhid tinggi, klo tidak bertauhid tinggi mana mungkin jadi sp… tapi masalahnya tidaklah sesederhana itu.

            samalah dengan Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan juga Maha Penyabar… tapi kalau maklukNya sudah dibilangin salah.. sudah diperingati masih tetap ndableg… ngeyel… apalagi sampai berani menduakan… masih adakah kasih sayang dan kesabaranNya…? sy kira tidak ada… yg muncul kemudian adalah Maha Pengazab… Maha Penyiksa… betulkah…? sama dg umat-umat terdahulu… betulkah…?

            demikian juga sp, gejolak alam kecil-kecilan adalah wujud dr kejengkelan beliau tapi masih ada kesabaran disana dan anggap saja itu berupa peringatan-peringatan… masih ingat gempa aceh yg dahsyat tapi tidak terjadi tsunami… itu merupakan klimaksnya kesabaran yg sudah hampir mencapai batas habis kesabaran… dibatalkan tsunami krn rasa sayangnya sama rakyat indonesia… toh bukan mereka yg menjadi sumber ruwetnya negara ini.

            persoalan mendasar sebenarnya bukan hanya masalah remeh temeh menghina/mengejek tapi persoalan elite di jkt yg sudah ditemui dan diperingati tapi ya begitu… menyepelekan… tidak menghiraukan… anggap enteng …tetap ndableg… akhirnya… “habis kesabaranku… inilah tiba saatnya!!!”
            (para elite jkt, apakah pada mau mengaku… iya sy salah telah korupsi… iya sy akui sy telah salah dalam membuat kebijakan… semua tetap sama… sok suci, sok bersih, sok bener, munafik… )

            peti kematian sudah berjalan dr jawa ke timur indonesia kemudian kembali ke jawa lewat sumatera… aceh sudah… apakah masih singgah dulu di sumatera wilayah yg lain ataukah langsung menohok… jkt/banten/jabar? kita tunggu saja… wait n see…
            hanya keajaiban dr Tuhan saja jkt selamat…. semoga…

            satu lagi, sudah berlaku sopo siro sopo ingsun… mohon maaf… mungkin terjadi benturan-benturan… bagi yg menghalangi…

            tentang orangnya… mohon maaf sy tidak bisa cerita… klopun toh cerita buat apa… nanti suatu saat semua orang akan tahu karena sp akan mergawe secara nyata dalam peristiwa besar…

            mudah-mudahan tidak ada yg percaya mimpi dan tulisan sy…

            salam rahayu
            andum slamet

            nb. kang abr dapat info apa tadi malam?

          • Bar semedi neng ndi Kang GP.
            Seng ngomong sopo iki? prewangane yoo….
            huebaaattt tenan…. salut…

          • dah dibilangi semedi sama anakku hehehe…
            syukur…. banyak yg tidak percaya sama mimpiku… bikin deg-degan saja…

          • Kan belom semuanya diceritakan. ayo berbagi. jangan pelit pelit

          • he…he..he…. kang gp, bisa jadi njenengan betul. sp juga manusia yang memiliki kesabaran

            kalau gitu, marilah kita semakin dekatkan diri kita kepadaNya, apalgi beliau sudah mergawe, mudah2an tidak lama lagi segera ada perubahan, amien ya robb

  20. Untuk semua sahabatku yang di KASIH Tuhan………..

    Semoga cerita dari Tokoh Syeh Siti Jenar.bisa dijadika bahan renungan…sebagai wacana…olah pikir dan olah roso…….nilai kebenaran sejati tidak bisa dijawab dengan mudah dan benar……kontroversi yang tidak akan selesai sampai kiamat…..maka kita sebenarnya sedang mengikuti kebenaran apa dan siapa ??…..

    Kebenaran bertempat yang berbeda beda….bisa berubah menjadi banyak ragam dan bentuk….kebenaran disini dan kebenaran disana seperti 2 kubu yang kadang dan bisa saling tawur dan saling serang…..perang dengan dalih mencari benar dan nilai benar, perang yang hanya seperti berebut pepesan kosong…berebut tulang kering tanpa isi…..
    ..
    Kebenaran bukan milik satu pribadi atau golongan….nilai kebenaran tidak bisa dan tidak boleh di klaim sebagai milik pribadi atau golongan dan nilai kebenaran itu sejatinya bukan milik kita yang dinamakan sebagai manusia berakal saja tap[i kebenaran bisa dan mungkin dijawab dan bisa dirasakan ketika hati dan nurani disertakan……

    Mengenal diri sendiri dan ingin mengenal hakekat hidup dan hakekat menyembah Tuhan tidaklah semudah dan segampang yang sudah dikira…dipilih mana yang gampang dan membuang yang berat dan susah……….
    Bagaimana mungkin seseorang yang sedang sakit disekujur tubuhnya bisa merasakan dan mengatakan dirinya sehat……
    Bagaimana seseorang bisa berkata dan bertutur kata bila dirinya adalah orang bisu karena telinganya sudah tuli sejak lahir…….
    Bagaimana yang lain juga yang mengisyaratkan bahwa kebenaran itu hanya dan adalah itu saja.dan dampak dari pemikiran olah pikir tanpa nurani dan tanpa laku benar telah berakibat dan menimbulkan rasa yang tidak bahagia dan tidak lagi damai terhadap diri sendiri atau kepada masyarakay banyak……..

    Untuk sahabatku semua…….salam kebenaran ..damai…damai.

  21. Salam encik GP. Bolehkah encik huraikan disini rupa dan ciri SP itu? Bukankah encik sudah melihatnya di dalam mimpi? Kerana jika encik tidak mengenal rupa SP bagaimana pula encik akan menyedari samada yang encik temui nanti itu adalah SP atau bukan? Terimakaseh

    • salam encik sunyi, sy orang yg jaraaaaanggg… sekali mimpi, akhir-akhir ini banyak mimpi yg aneh-aneh… hati yg bicara encik…
      terimakasih.

      • kalau gitu di share aja kang gp, biar para sepuh ( kang js. kang SmP/ABR, kang sang pengintip, kang BB atau kang tembayat ) ikut mencari jawaban mimpi akang.

        jangan berfikir kita nggak percaya lho……. setiap orang diberikan tanda berbeda2, tergantung kapasitasnya,

        maaf kalau kurang berkenan

  22. Selamat pagi…. ..Mas Balanedewa ..Mas Nur …Mas GP…Mas BB…Mas Sandi…Mas ABR….Mas KG….Mas Tembayat….Mas SP….Mas Johar…semua sedulur dan poro sepuh…… salam dan hormat saya…………………

    Ada hal yang mungkin tidak kita sadari atau ada hal yang tidak ketahui karena banyak alasan dan dasar juga bukti sudah banyak kita jumpai di Negeri ini atau di negeri sana……..
    Apa yang saya sampaikan mungkin hal yang tidak enak didengar karena hal ini seperti memupuskan suatu harapan dan cita cita manusia ketika ajal sudah menjelang dan roh sudah berpindah dan lepas dari ujud jasad ……bisakah kita berpulang dan kembali keasal ??…..bersanding dan berkumpul disuatu tempat yang berkedudukan sangat terhormat sebagai kekasih Tuhan ….sebagai manusia yang pernah dihidupkan di alam dunia dan sudah menjalankan sebagai kholifah atau wakil dari bendera kebenaran sebagai manusia yang sudah menjalankan dan memenuhi amanah yang sudah diterima dan diemban….menjaga dirinya sendiri dan juga menjaga dan memperhatikan hidup liyan……..

    Cerita dibawah ini adalah terlihat sangat nyata ….terlihat ketika sedang mendengarkan ceramah sholat jumat…ceramah tentang umat islam yang kadar keimanan dan hakekat sembah sudah tidak seperti yang dimaksud dan yang diharapkan oleh Nabi Muhammad….terlihat baik diluarnya saja tetapi apa yang didalam sudah sangat memprihatinkan…..semua seperti palsu..logo dan kata kata.bungkus kulit sudah tidak sesuai dengan isinya…

    Gambar ceritanya kurang lebih seperti dibawah ini…….

    Sinar putih yang sangat besar dan sangat putih….sinar itu seperti lokomotif yang sedang menarik gerbong kereta dan berenteng banyak dibelakangnya……
    Sinar ini jelas menuju keatas / langit dan sesuatu sinar atau keadaan ujud lain yang berwarna gelap juga seakan mengejar sinar putih itu….entah apa maunya…apakah akan ikut atau ingin menghentikan laju sinar itu……

    Entah apa sebabnya tiba tiba tali penghubung putus atau mungkin mengendur …..sinar putih itu seakan melepaskan beban atau meninggalkan gerbong di belakangnya dan dalam keadaan yang terpisah ini maka ada celah jarak cukup panjang antara sinar putih dan gerbong yang ditariknya maka celah itu diisi oleh aura gelap……..

    Apa sebenarnya yang dikehendaki para gerbong terhadap sinar putih itu ??……sudah sangat jelas artinya…ingin ikut naik keatas…..yang tidak saya ketahui…gerbong itu nggandol atau memang sengaja ditarik sinar putih itu……kenapa pula aura gelap itu ingin ikut ??….aura ini tidak nggandol karena dia bisa terbang sendiri seperti sinar putih itu……

    Sungguh kasihan nasib para gerbong…mereka tertinggal dan berjatuhan kembali kebawah…..
    Kalau sinar gelap ini berkeinginan melepaskan tali penghubung maka ketika tali sudah putus logikanya dia tidak terbang dan tidak terus mengejar sinar putih itu…..apakah ini bermaksud sinar gelap itu ingin membunuh sinar putih itu……atau sinar gelap itu ingin mengikuti jejak atau ingin tahu jalur rute sinar putih untuk menuju dan mengetahui kemana dan dari mana sumber asal sinar putih itu ??…

    Apa kesimpulan cerita diatas??……apakah ini sepert kias iblis yang menghalangi Nabi Muhammad ketika sedang Miraj’….iblis yang ingin membunuh dengan tombak saktinya……

    Apakah cerita itu menggambarkan bahwa syafaat Nabi sudah tidak ada lagi dan sudah meninggalkan manusia umatnya karena umat islam sekarang ini hanya lelamisan dan munafik….sudah tidak sesuai dengan apa yang pernah diajarkan Nabi Muhammad dan juga para pendahulunya……

    Apakah cerita ini ada hubungan dengan SP ??…..yang ingin menyelamatkan para manusia tetapi direcoki sama iblis dajjal…..atau seperti gambaran peperangan antara SP imam mahdi Nabi Isa bertarung dengan dajjal dan bala tentaranya…….embuh ra weruh…….

    Semoga gambaran cerita diatas bisa dijadkan renungan dan bisa dijadikan sebagai dan bisa ” Eling lan Waspodo “……membuang rasa ego tentang kebenaran….kembali kepada hakekat kehidupan sebagai manusia….kita semua adalah sama didepan Allah dan menjadi tidak sama karena sifat kita yang melawan dan mbalelo dan menciderai nilai keluhuran budi pekerti luhur………………salam eling lan waspodo……

    • Jatuhnya gerbong bukan karena kuatnya daya tarik gravitasi si hitam, melainkan karena isi di dalam gerbong yg sudah sangat hitam dan lbh memilih hitam drpd putih bersih,
      Putih sifatnya hanya membantu. kmbali kpd isinya. mau di ajak atau tidak.

    • salam kang js,

      wah……….. cerita dari gerbong yang kang js sampaikan memang pas dengan kondisi sekarang, sepertinya itu menggambarkan kondisi masyarakat sekrang yang sudah terputus dari brkah dan rahmatnya, sebab manusia sekrang lebih memuja nafsunya dibanding Tuhannya.

      belajar agama tapi tidak mengamalkannya, bahkan memuja nafsunya, terpaksa rahmat dan berkah itu meninggalkannya dan berganti dengan laknatnya yang digambrkan dengan sinar hitam.

      apakah ada hubungannya dengan sp?, silahkan akang2 menganalisisnya, saya sendiri sapai sekarang ya…… durung weruh.

  23. Salam hormat poro sepuh&sedulur,.
    Kang js @ iya,mnrtku itu gambaran,dgn sosok yg dipilihNYA,.(maav),sbulan yg lalu aku prnah tulis,.hitam&putih,dibarat&ditimur,.itu yg kumaksud,kang js..
    Semoga sinar putih kembali ke gerbong,walaw berkesing hitam..

  24. Kang js @ hampura kang js sebelumnya,.
    ia(sinar hitam) bs mengejar orang2 yg diberikan vision(trmsk dipilihNya,.dlm batasan diri)..
    Semoga kang js akan selalu dilindungiNYA,.dlm setiap langkah kang js..

    • Salam Mas Nurkahuripan……….terima kasih atas keterangan itu……..
      Kita semua disini adalah saudara , juga sahabat, yang ingin berjalan dan seiring sejalan , mencari dan menuju sinar yang terang untuk menerangkan hati dan jiwa kita…….
      Tetang hitam dan putih…semoga saja begitu maksudnya…..

      Mas BB salam damai……saya memang menjadi sedih bila apa yang terjadi saat ini adalah seperti itu ….banyak manusia lebih senang dalam keadaan yang berkotor kotor ,, membenamkan dirinya dalam lumpur hisap……lumpur hitam yang seakan atau dianggap sesuatu yang sangat berharga dan harus dimiliki……dunia memang akan menjadi lumpur yang sangat jahat dan kotor bila manusia sudah tidak memahami makna hidup , makna penciptaan dirinya dan makna sifat Tuhan yang Maha Kasih dan Sayang………..salam prihatin……

  25. Salam dan hormat saya kepada Mas GP………

    Apakah benar bahwa Mas GP bermimpi seperti apa yang Njenengan ceritakan……cerita tentang SP……..

    Di kolom sebelah sudah ada copas tentang ” SP sudah muncul / hadir “…..benarkah berita itu ??…..dan ceritanya seperti sudah tidak asing di telinga saya dan cerita dari Mas GP tidak asing juga…..wweeeh….ceritanya kok hampir sama dengan cerita anak saya dan mungkin sama dengan cerita yang sudah diinfokan oleh Mas BB………

    Menurut atau firasat saya…..sejatinya SP tidak akan bisa ditemukan , dia itu mungkin saja sosok gaib , sosok yang tidak nyata dan yang diurus mungkin hal hal yang tidak nyata dan di luar nalar logika……….

    Ketika kita membaca postingan atau komentar Mas Eddy Corect / blog EC maka sedikit banyak saya mungkin mengerti maksudnya…..tentang kesaktian yang sangat luar biasa…..kesaktian yang membuat diri kita terhenyak kaget atau semaput ditempat……

    SP yang ngluruk tanpo bolo , sendirian , bertarung , bisa terbang kelangit atau terbang diatas lautan , amblas bumi dan lain lain…..menurut saya itu pekerjaan MALAIKAT utusan Allah / Tuhan YME……bukan pekerjaan manusia.yang berujud dan berbungkus tulang dan daging………

    Dalam ramalan Prabu Siliwangi……siapa pemuda berjanggut dan siapa Budak Angon ??? …yang mana yang ujud dan mana yang gaib ??……
    Dalam ramalan Prabu Joyoboyo…..siapa Batara Indra dan siapa anak sulungnya…..mana yang ujud manusia dan mana ujud yang gaib??……..
    Dalam ke 2 isi ramalan itu maka siapa yang sebenarnya SP dan siapa yang sebenarnya memiliki kesaktian luar biasa itu ??…….

    Kalau dipikir secara logika dan dipelajari dalam cerita agama atau cerita yang lain maka manusia tidak ada yang sakti atau yang nganeh nganehi dengan berbuat dan memiliki kesaktian dan kemukjizatan seperti yang kita pernah ketahui ceritanya atau seperti yang Mas EC ceritakan…..dari mana Mas EC tahu soal itu….saya bercuriga …apa mungkin Mas Eddy adalah SP nya…….

    Tapi bisa saja dugaan saya ini salah dan mungkin SP memang sudah ada dan tentunya manusia yang kita anggap SP tentunya manusia yang bertauhid tinggi dan mungkin saja doanya dikabulkan oleh Tuhan yang disembahnya…lalu apa doa SP …lha itu kita atau saya hanya berkata ….embuh ora weruh………..salam menduga dan menebak berhadiah……..Salam rahayu…..

  26. Kang js @ nggih kang js.,semoga dalam tiap gerbong lumpur hitam,trdpt beberapa mutiara,.

  27. Salam hormat poro sepuh&sedulur,.
    Vishnu @ Aku akan mencoba,utk berada dilapisan kesadaran mereka,dlm alam fikir mereka yg kuridhoi..
    Shri kresno @ owh Gusti.,Kau lebih mengetahuinya..
    Biarlah mereka agak sulit berfikir dan menghafal,.agar kelak alam fikir mereka Engkau yg mengendalikan.,
    Vishnu @ puji bagi Narayana..

  28. Salam hormat poro sepuh&sedulur,.
    Vishnu @ ketika aku mulai berada pd alam fikir mereka,.ketika itu pula,akan kuberikan kesejukan pada hati,kaki,dan sekujur tangan mereka,.
    Shri kresno @ lindunganMu,ridhoMu,dan ilmuMu.,dalam setiap resiko yg dilangkahkan mereka yg kau kehendaki..

    Semoga semua tentang kita,ruang lingkup kita,dan nusantara,.seperti cerahnya mentari pagi ini..

  29. Monggo dilanjut pembicaraan dan ceritanya…….saya berangkat kerja dulu……nuwun….salam rahayu dan damai…..

  30. Salam Persaudaraan.
    Mohon maaf…sekedar berbagi agar bisa dijadikan bahan telaah, bukan bermaksud “nguyahi segoro” ataupun menyindir.

    Ilmu fisika hukum alam tentang warna (syariat hukum fisika alam).

    Sesuatu bisa terlihat oleh mata kita adalah karena sesuatu itu memancarkan atau memantulkan sinar yg diterimanya.

    Sinar mempunyai sifat yang berbeda tergantung panjang gelombangnya dan bila sinar tersebut sampai di mata maka akan memberikan kesan warna tertentu.
    Misal sinar warna kuning karena sesuatu tsb memancarkan sinar warna kuning.
    Semua warna sinar bila dikumpulan jadi satu maka jadilah berwarna putih.

    Tetapi sesuatu yg terlihat mata berwarna kuning karena sesuatu tersebut tidak mempunyai warna kuning sehingga memantulkan atau meneruskan warna yg tidak dipunyainya (kuning) sehingga sesuatu tersebut justru terlihat berwarna kuning. Demikian pula sesuatu yg tidak punya warna merah maka sesuatu tsb akan memantulkan/meneruskan warna yg tidak dipunyainya (merah) sehingga sesuatu tersebut justru memberikan kesan berwarna merah.

    Apabila sesuatu tersebut punya semua unsur warna maka bila menerima sinar putih (semua warna sinar) maka semua warna sinar akan diserap dan tidak ada yang dipantulkan atau diteruskannya maka sesuatu tersebut akan memberikan kesan berwarna hitam.

    Apabila sesuatu tsb tidak punya semua unsur warna bila mendapat sinar putih (semua warna sinar) maka sesuatu tersebut akan memantulkan/meneruskan semua warna yg diterimanya sehingga sesuatu tersebut terlihat berwarna putih.

    Kesimpulan.
    Sesuatu yg bersinar (warna apapun) karena dia memancarkan sinar yg dipunyainya (berwarna apapun) sebagaimana apa adanya warna yg dipunyainya dan warna itulah yg dipancarkannya, memancarkan sinar berarti memberikan apa yang dipunyainya ke sekelilingnya. Apabila memancarkan warna putih maka sesuatu itu mempunyai semua unsur warna dan membagikannya (share) semua warna pada sekelilingnya. Hakekatnya adalah bagilah apa yg kita punya ke sekitar kita maka kita akan bersifat seperti sebuah sinar dan akan mudah bertemu dengan Yang Maha Bersinar.

    Sesuatu yang berwarna hitam karena dia tidak memancarkan sinar sama sekali karena dia justru punya semua warna sehingga semua warna akan diserapnya dan tidak ada yg dipantulkan (dibagi) ke sekelilingnya. Hakekatnya adalah orang yang tidak mau berbagi kesekitarnya bila semakin kaya warna (ilmu-harta) maka akan semakin pelit dan serakah karena tak ada sama sekali yg dibagi ke sekelilingnya maka justru akan semakin masuk kedalam kegelapan.

    Salam bersinar.

    • @ kang SmP/ABR

      kalau aura manusia yang memancar berupa sinar ( katanya, saya sendiri belum pernah lihat ), apakah juga bia menggabarkan pribadi ybs ?

      salam

      • Salam kang Sandi.
        Mohon maaf….saya sendiri belum pernah melihatnya. Pemahaman saya kalau tarian langit yg beraneka warna terlihat di daerah kutub bumi adalah pantulan warna yg dibiaskan karena adanya perubahan kepadatan udara yang sangat cepat berubah dilapisan ionosfer di daerah kutub akibat putaran bumi…dan ini disebut Aurora. Menurut saya….manusia tidak memancarkan sinar (alamiah) tetapi memantulkan sinar yg diterimanya…kalau manusia tersebut punya pigmen semua warna maka cahaya akan diserapnya dan tidak dipantulkan maka manusia tersebut terlihat hitam (kulit, rambut dll) sedangkan manusia yg tidak punya pigmen warna (albino) maka akan memantulkan semua warna yg diterimanya sehingga terlihat berwarna putih.
        Manusia memancarkan Aura? nah ini tentunya harus bertanya pada yang mengatakannya….apakah ini sinar yg bersifat qoib? kalau nyata tidak mungkin karena mata kita tidak punya reseptor/antena yg bisa menerima sinyal qoib, yg bisa menerima sinyal qoib tentunya reseptor/antena qoib pula….nah yang ini saya tidak tahu dimana letaknya.
        Mari kita membahas soal mimpi, saat bermimpi kita bisa melihat benda/sesuatu padahal mata sedang terpejam dan otak sedang istirahat…hal ini menunjukkan bahwa sesuatu/benda yg kita lihat dalam mimpi tsb tidak memancarkan/memantulkan sinar yg nyata tetapi qoib dan kita mampu melihatnya juga melalui mata yg qoib pula. Ada pula teori yg menyatakan bahwa mimpi adalah perjalanan tak tentu arah dari sekumpulan memori ingatan yg pernah kita terima (wondering) tetapi teori ini tak bisa menerangkan mimpi sesuatu yang belum pernah dialami. Jadi kemungkinan ada mimpi yg sekedar kembang tidur (wondering experience) tetapi bisa pula merupakan petunjuk qoib yg kita terima melalui antena qoib kita.
        He…he…he…benar atau salah…ho..ho..ho…ra weruh.

        • salam juga kang ABR,

          he..he..he, ya wis pada rak weruhe kang nek ngono, mboh akang2 yang lain.

          memang dalam hidup ini ada yang mampu kita cerna secara ilmiah, dan ada pula yang ghoib, apapun itu, apakah mimpi ataupun sinar ( sinar dilangit = aurora atau juga aura pada manusia ).

          iterkait dengan aura ( ini cerita dari seorang temen,… benar orane,… mbuh aku aku juga nggak tahu ), setiap makhluk hidup itu memiliki aura, manusia, b inatang ataupun tumbuh2an, aura itu semacam atmosfir kalau bumi, lapisan luar yang sangat halus, khusus untuk manusia lapisan halus ini memiliki warna yang terpancar secara halus ( ghoib ) sesuai dengan karakter masing2.

          ada yang berwarna biru, kuning, hijau maupun merah, kebanyakan orang memiliki kombinasi warna ( seperti halnya pelangi ), yang paling bagus itu berwarna biru, dan yang paling buruk itu berwarna merah, ini kalau dilihat dari kacamata ghoib, kalau menggunakan alat, maka warna yang nampak akan berbeda pula dengan yang dilhat secara batin.

          untuk mereka sebagai orang2 pilihan2 ( nabi, wali, SP, para sholihin ), beraura biru, hanya kadar birunya berbeda2 ada, yang birunya tajam, atau agak tajam, tergantung kualitas keimanan dan karakternya. sedangkan aura warna merah, dimiliki orang2 yang hati nuraninya mati sama sekali, hidupnya penuh kejahatan.

          itu sebabnya, para winasis, jaman dulu sudah bisa tahu tentang seseorang karena beiau mampu membaca aura yang terpancar dari tubuhnya, apakah seseorang sangat baik, orang biasa, ataukah orang sangat jahat.

          he..he..he…, pendapat secara ghoib, seringkali memang berbeda dengan pendapat secara ilmiah, itulah faktanya……… benar apa enggak……… wallahu alam

          • salam mugi2 diparengi ikutan ndeprok. sy nubi disini. mas sandi ini yg bikin sy pengen tau. gimana dengan orng yg auranya dibukain sm orang lain agar karismanya,dll, merebak. kan skrg banyak tuh skrg jasa penyedia soal ginian. terus gimana dengan orang yng pke susuk yg canggih. auranya kan tampak indah, pdhl sbnrnya tidak alami dr jiwanya. jd mslh aura itu juga msh relatif. yah sekedar tambahan info.

          • @ rahman.

            wah… soal aura yang dibuka seperti itu, memang berbeda dengan aura yang saya maksud.

            aura yang dibuka seperti itu, untuk keperluan pandangan lahiriah, bukan pandangan batin.

            intinya, susuk dsb semacam itu, hanya menambah/merubah pandangan kita kepada seseorang menjadi lebih baik/wibawa, atau dapat pula dikatakan memperdaya pandangan kita yang awam, tetapi bagi yang memiliki kekuatan batin, tentu tidak mudah terpengaruh.

            sedangkan aura yang saya maksud dilihat dari kacamata batin, aura ini alami tidak bisa ditutup2i atau dipoles2, dia akan memancar dengan sendirinya sesuai dengan karakter, perilaku maupun kadar iman seseorang, tidak ada kekuatan yang mampu merubahnya

            mohon maaf kalau salah………. aku sendiri juga nggak ngerti

  31. Salam hormat poro sepuh&sedulur,.
    Kang abr,kang sandi @ melu nyimak kang,.mau nambahin sdkt,.sy pernah mimpi ketemu budha gautama..bener2 kang,.cahaya tubuh dan wajahnya,.masya Alloh kang..sepertinya Beliau tertarik penuh oleh orang2 nusantara ini lho kang,.tp hanya melihat,trsenyum,dan membagi sedikit cahayanya..
    Salam cahaya yg menerangi,.

  32. antara ada dan tiada itu sama ( doktrin dasar buddha-hindu ). itu maksud tulisan diatas. absurd penuh ketidak-pastian. bagaimana mungkin manusia dan jin tahu apa yang terjadi setelah kematian atau sebelum dia dilahirkan? karena yang mati tidak pernah kembali dan dia tidak mengetahui kejadian sebelum dia lahir. contoh. tukang ojek mati ngga mungkin bangkit terus jadi tukang ojek lagi dan mana mungkin dia tahu kalo sudah besar dia jadi tukang ojek. kita ini manusia, diberi segudang keistimewaan. bisa merasakan manisnya buah dan asinnya lautan. disanalah logika murni manusia bekerja yaitu membedakan dan menyempurnakan. semua itu sederhana. anda-anda ini yang coment ngga sadar apa kalo tulisan ini sebenarnya menggiring logika anda menjadi sub-manusia. karena hanya sub-manusia yang tidak dapat menentukan apa-ini-apa-itu, hanya berkira-kira dan mungkin. contoh: si A memperkosa anak si B, kalo kita ikuti logika antara ada dan tiada itu sama, si A tidak akan pernah dihukum. karena itu hanya KARMA! mungkin dihidup sebelumnya si B pernah memperkosa anak si A. berpikirlah logis. terima kasih.

  33. Salam hormat……

    Hidup adalah bergerak dan berkeinginan dan semua itu berawal dan bersumber dari sifat asal atau kodratnya…..

    Hidup mungkin saja atau dipercaya atau diduga atau juga diyakini dari sesuatu yang hidup juga yaitu sumber hidup……

    Manusia mungkin sebagai ujud dan bukti dari beragam sifat dari semua benda atau alam semesta….

    Manusia mungkin bisa berujud sebagai sifat Tuhan , Malaikat , Dewa atau bahkan sebagai Iblis…..
    Mungkin manusia sebagai ujud dari sifat matahari , bulan , gunung , lembah sungai , lautan dan lain lain…..
    Manusia mungkin dan juga sebagai sifat binatang yang jinak atau yang ganas dan beringas……

    Hidup memang berada diatas atau dilingkaran lingkup ketidak tahuan dan kerahasiaan yang selalu dijaga dan terjaga.oleh sumber asalnya tetapi dan setidaknya semua benda yang ujud dan tidak ujud sudah diberi bekal alat penunjuk dan penimbang segala sesuatunya …

    Ketidak tahuan akan berakibat yang bisa menjadi baik dan benar atau sebaliknya dan banyak ilmu lahir karena rasa ingin tahu manusia tenang banyak hal yang ada tetapi masih tersembunyi dan rahasia dan pada akhirnya semua yang rahasia akan terjawab dan terkuak….ilmu teknologi , anatomi , kedokteran dan lain lain…….

    Kita sebagai manusia yang berakal ditugaskan untuk memillah dan memilih dengan kemampuan bekal dan kodrat yang sudah ditanamkan kepada diri kita untuk menjadi mahluk yang terhormat dan mulia sesuai dengan predikat kita sebagai manusia mahluk yang sempurna dan sudah sewajibnya dan sepantasnya melakukan hal hal yang bernilai sempurna itu…..

  34. Lir kemilir…kemilir roso neng ati…angel nggonku, nggo ngayomi.
    Kukuh pendem… Pendem roso, pendem jiwo, pendem sukmo, sukmone kanggo pengayem.
    La illa haa illalahu muhammad darasullallah.
    Puk pelupuk sou soe ondho bapak awan, ibu bumi kanggone kanggo ngayomi. Ngayomi wong sak dunio ling uripe penuh duso.
    La illa haillahu muhammad darasullallah.

  35. Arab maneh…..” Nguyahi segara…bikin permusuhan antar manusia aja..”

  36. Seh Siti jenar mungkin secara keilmuannya benar tetapi secara fungsi tidak berarti sama sekali kenyataannya berujung di tiang gantungan dan bikin orang linglung dan bingung hanya sebagian kecil yang memahaminya secara utuh dan itu juga setelah melewati proses perjalanan spiritual yang berliku dan dalam kalau hanya mengagumi dengan pendekatan rekayasa logika semata tidak akan pas cara menfsirkan dan mengaplikasikannya sehingga akan melahirkan firaun-firaun dadakan yang instant dan logika saja yang berperan ujung-ujungnya menyalahkan orang lain dan menimbulkan polemik yang tak berujung dan contoh lain mungkin Gusdur dan mungkin Gusdur seorang waliyulloh tetapi tidak sempurna dalam mengaplikasikannya untuk kemaslahatan dan ketentraman sesama dan lingkungan termasuk alam ini juga menimbulkan polemik berkepanjangan bagi lingkungan dan sekitarnya dan hanya melahirkan taklid buta bagi yang mengikutinya hanya dengan pemahaman logika semata.
    Sesuatu yang demikian jangan diliteraturkan dan dipaksakan bagi semua orang karena fungsi masing-masing orang berbeda dan seharusnya orang digiring pada pusaran inti dan selanjutnya urusan Tuhan yang mengarahkan kemana akan berjalan dalam rangka memaksimalkan fungsi di dunia sesuai dengan perjalanannya, sesuai sirsilahnya dan sesuai catatan dari lauhul mahfudzya dan perjalanan spiritual yang murni dan asli pasti akan menghasilkan kelembutan hati dan akhlakul kharimah bagi sesamanya, lingkungan dan alam dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung hidupnya selalu barokah, bermanfaat dan menentramkan dan akan menjadi magnet bagi sekitarnya dengan demikian akan membuka ruang hidayah Turun bagi sesama yang selalu bersamanya

  37. HISSS STOOORYYY …..
    HERRR STOOORYYY …..
    TERRR CAATATTTT …..
    ILMUUU DANNN HIKKMAHHH NYAAAAA ……

    NAFFF YANGGG SAATUUU …..
    PANGG LAAMANNN BERRR BEEDAAAAA ……

  38. Salam rahayu Mas SPSW..

    Sy ketemu blog yg cukup menarik..
    Mhn izin ikut berbagi dan diskusi.. Matur nuwun..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: