Monthly Archives: Januari 2012

Wong Cino Kari Sejodho? Salah siapa?

Pembantaian Warga Keturunan China di Nuswantoro
Populasi keturunan Cina di Nuswantoro sekitar 5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia saat ini. Tapi kekuatan ekonomi mereka menguasai lebih dari setengah kekuatan ekonomi nasional. Hal ini menimbulkan rasa bangga bagi mereka, namun juga menimbulkan rasa was-was diantara mereka.
                                       Keluarga Cina dengan pembantu pribumi tempo dulu
Sejarah panjang warga keturunan Cina di kepulauan ini tidaklah semulus seperti yang dibayangkan warga pribumi. Ada beberapa kejadian yang membuat mereka mengalami traumatik mendalam. Pembantaian massal terhadap mereka tercatat sudah tiga kali dialami dalam sejarah kehidupan mereka di Nuswantoro ini. Pembantaian ini selalu dilatar belakangi kecemburuan terhadap kekuatan ekonomi mereka.
Ada sebagian orang menilai, pembantaian yang dialami warga Cina adalah buah karma dari kakek moyang mereka, seorang pria beribu Cina yang belakangan mendirikan kerajaan Demak, Jimbun (Raden Fatah) namanya yang telah menyerang dan menghancurkan Kerajaan Majapahit serta menghancurkan peradaban Hindu-Budha di Tanah Jawa.
Kejahatan kemanusiaan pertama yang dialami warga Cina terjadi pada 10 Oktober1740 di Batavia atas perintah Gubernur Jenderal Adrian Volckanier. Tidak kurang 10 ribu orang Cina, pria dan wanita, lansia hingga bayi yang baru lahir dibantai pasukan Belanda dan kaki-tangannya. Padahal saat itu jumlah populasi warga Cina di Batavia “hanya” 80 ribu orang. Sebelum dibunuh, banyak wanitanya yang diperkosa terlebih dahulu. Lantas semua jasad korban dibuang di Kali Bangke (Kali Angke). Setelah peristiwa pembantaian yang berlangsung sepekan itu, Gubernur Jenderal Adrian Volckanier lengser dan digantikan mantan panglimanya sendiri, Baron van Imhoff.
Kejahatan kemanusian selanjutnya pada prolog Peristiwa G30S, lalu Kerusuhan Mei 1998. Ketua Yayasan Solidaritas Bangsa Ester Yusuf mengatakan stigma pro komunis pasca peristiwa G30S sangat melekat pada warga Cina kala itu. “Orang-orang yang dekat dengan PKI masa itu habis. Jaman Orde Baru, hampir semua orang melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Tionghoa. Dan tidak pernah ada proses hukum terhadap para pelakunya,” terang Ester, Sabtu (21/1) di Jakarta.
Berbagai pembantaian itu membuat warga keturunan Cina menjadi sangat alergi politik, termasuk mendaftar sebagai CPNS. ”Sejak masih anak-anak, orang tua mereka sudah melarang anak-anaknya jangan berpolitik dan jangan daftar CPNS. Ini akibat trauma masa lalu,” ujar Ester lagi.
Ketua Komunitas Glodok Hermawi Taslim juga mengatakan, akibat alergi politik itu membuat warga Cina memilih pekerjaan berdagang. “Karena engak ada pilihan lain. Berdagang itu kan tidak ada aturannya,” ujar Taslim.
Anehnya, setiap pembantaian yang dilakukan terhadap warga keturunan Cina pasti disusul lengsernya pemimpin nasional kala itu. Pembantaian tahun 1740 disusul lengsernya Gubernur Jenderal kala itu, pembantaian 1965-1966 disusul lengsernya Soekarno, pembantaian Mei 1998 disusul tumbangnya Soeharto. Apakah darah warga keturunan Cina yang ditumbalkan untuk sebuah kekuasaan ?
                                                             Ianfu
Kaitan Tahun Baru Imlek dan Hujan
 
Sudah menjadi keyakinan warga Tionghoa, hujan di Malam Tahun Baru Imlek hingga atau keesokan harinya merupakan berkah bagi mereka dan melapangkan usaha mereka di sepanjang tahun itu, khususnya di Ibukota Negara. Dan dapat dipastikan hujan selalu turun di Jakarta pada Tahun Baru Imlek, entah malam atau siangnya. Namun untuk Malam Tahun Baru Imlek 2563 yang jatuh pada Senin Legi 23 Januari, di Jakarta sama sekali tidak ada turun hujan, bahkan sejak Minggu malam hingga Senin malamnya. Padahal sebelumnya di Jakarta dilanda hujan deras + angin kencang. Hal yang sama pun pernah terjadi pada Tahun Baru Imlek pada Rabu Pon 28 Januari 1998 di Jakarta, kering kerontang tanpa hujan. Pertanda apa ini ?
 
Pernyataan beberapa pihak yang menyebutkan lengsernya Presiden SBY sebelum 17 Agustus 2012 tidak berimbas pada kejahatan kemanusiaan terhadap warga keturunan Cina di bumi Nusantara ini. Semoga saja Tuhan Yang Maha Kuasa segera memunculkan Sang Satrio Piningit Sejati untuk hadir menyelamatkan rakyat Nusantara terlepas dari ras dan etnisnya dari huru-hara itu.
 
Bagi semua warga Tionghoa, kami ucapkan Gong Xi Fa Cai..
Selamat Tahun Baru Imlek 2563.
Wanita adalah Ibu bagi semua. Sepatutnya kita menjaga dan menyayangi mereka apapun permasalahannya

Beberapa mimpi SP saat tertidur (Believe it or Not)

Setiap manusia pasti mengalami hal yang namanya bermimpi pada saat tidur. Demikian pula dengan wadag SP.

Seperti sudah ditulis bahwa saat awal wadag SP tidak menyadari bahwa dirinya adalah sosok yang di nanti, tetapi seiring dengan perjalanan kehidupannya maka lambat laun hal itu akan di mengerti dan dipahaminya. Sama dengan manusia yang lain. Wadag SP pun juga mengalami mimpi mimpi atau bunga tidur . Berikut adalah beberapa mimpi SP yang dapat saya tulis berdasar dari suatu sumber. Mohon maaf bahwa saya tidak akan menjelaskan mengenai sumber tsb.

SP bermimpi tentang

1. Perubahan pada fisiknya yaitu membesar dan meninggi . Sangat tinggi sehingga dia bisa melihat P Jawa berada di kakinya. Bukan terbang. Dia merasa kakinya masih menyentuh tanah(sama halnya dengan cerita si Hitam. secara fisik)

2. Cara berjalannya adalah dengan melewati rumah, halaman , petak sawah dsb. berarti Sp mempunyai langkah yang lebar dan besar ( sama halnya dengan si Hitam)

3. Sebuah bulatan hitam seperti ban roda mobil . awalnya hanya satu lama kelamaan menjadi beberapa sehingga menutupi tubuh SP. terasa sangat berat sekali. (belum diketahui artinya)

4. Dirinya berdiri di suatu pinggiran tebing di daerah timur tengah yang berbukit tandus. memakai pakaian jubah. Kemdian SP melompat ke bawah/ terjun sambil membentangkan tangan membawa tongkat tinggi, Penjelasan yang adadikatakan  karena SP berasal dari atas.

5. Melompat atau mumbul. SP melakukan gerakan melompat yang makin lama makin tinggi mencapai awan. terkadang SP hanya ingin melihat suatu keadaan wilayah , maka dia akan melompat, dan bisa berhenti di atas

Semua mimpi di atas terjadi berulang ulang .

Uraian di atas hanyalah sebuah cerita dari salah satu sumber saya. Sengaja saya angkat sebagai bahan diskusi di sini

Mungkinkah wadag SP bisa bermimpi yang sifatnya mengarah kepada sosok SP nantinya? Atau sama sekali tidak bermimpi. Monggo

Kemunculan Satrio Piningit (Skenario Tuhan atau Konsep Manusia)

Sri Aji Joyoboyo memprediksi pemimpin kepulauanNuswantoro yang berikutnya selama berabad-abad ditunggu oleh orang-orang yang mengharapkan mimpinya kehidupan adil dan makmur menjadi kenyataan. Dan hal ini bisa terjadi hanya dengan kehadiran pemimpin atau pemimpin yang disebut “Ratu Adil” yang memerintah negara ini dengan adil dan bijaksana seperti yang anda inginkan dan orang-orang pada umumnya suatu hari nanti.

Dari yang sarjana Hindia Belanda telah dirumuskan dan dianggap “Ratu Adil” hanya mitos dan pernyataan budaya yang turun-temurun selalu diiingat setiap saat oleh orang-orang biasa yang tidak mendapatkan kemakmuran dan keadilan dari negara mereka sendiri. Para sarjana Belanda yang ahli pada isu-isu budaya Hindia Belanda sudah seharusnya berpendapat bahwa Ratu Adil adalah mitos dengan alasan yang hanya Belanda dan pemerintah Hindia Belanda sendiri adalah mutlak dan berhak untuk menjadi Ratu Adil. Sementara para pemimpin pribumi tidak harus menjadi kesempatan untuk kembali memiliki pemimpin dan negara itu sendiri sebagai “Ratu Adil” bagi rakyat nuswantoro.

Prediksi Joyoboyo tentang sosok Satrio Piningit atau adil ratu benar-benar luar biasa dan terjadi hanya pada saat yang luar biasa, dan tampaknya itu hanya bisa terjadi puluhan atau ratusan tahun kemudian di masa depan. Namun, “Ratu Adil” Joyoboyo yang tidak selalu mengarah pada sosok pemimpin. Ratu Adil itu bisa berarti sistem pemerintahan republik kepulauan, yang telah menulis undang-undang, dan peraturan konstitusional sempurna. Dan tentu saja negara kepulauan Nuswantoro yang sempurna dengan sistem pemerintahan yang misalnya: sistem demokrasi sosialis, Pancasila, atau sistem yang akan menjadi “Ratu Adil” jika Anda benar-benar berjalan dengan baik, adil dan bijaksana – sesuai dengan maksud dan Tujuan pendirian negara diwujudkan dalam konstitusi dan berbagai peraturan tambahan.

Jika Joyoboyo meramalkan Ratu Adil sebagai sistem negara, maka pewaris Joyoboyo Ronggowarsito lanjut memprediksi orang pemimpin Nusantara langsung yang memimpin negara sebanyak tujuh Satrio Piningit. Satrio Piningit Enam telah berturut-turut diperintah, sehingga yang tersisa Satrio Piningit ketujuh “Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu”. Satrio Piningit Joyoboyo hanya akan muncul dalam keadaan darurat “perang” di Nusantara. Sementara Satrio Piningit ketujuh Ronggowarsito dapat muncul setiap saat tanpa menunggu perubahan usia atau keadaan darurat apapun. Siapapun yang muncul untuk memimpin sebagai “Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu” dalam beberapa tahun ke depan akan mengubah negara kepulauan Nuswantoro yang carut marut ini yang menjadi negara “Ratu Adil” menjadi benar-benar mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi rakyat mereka. Dan tentu saja Satrio Piningit mampu bertindak tegas untuk menghukum mereka yang melakukan tindakan sewenang wenang kepada yang lemah yang mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan secara individu ataupun masal.

 

Salam Rahayu sedoyo Sederek

Saya sangat berharap Saudara sekalian bisa menorehkan tulisan mengenai hal yang sifatnya berhubungan dengan kemunculan Satrio Piningit ini. meski berupa Mimpi Tafsiran Penglihatan Wangsit atau sekedar tafsiran.

Rasa wes karasuklagi.
Kesuk lawan kala mangsanipun
Kawises kawasanira Hyang Widhi
Cahyaning wahyu tumelung
Tulus tan kena tinegor

Kelak (sesudah berakhirnya jaman Kalabendu pada tahun windu kuning kencana) memang telah tiba masanya datang jaman Kebaikan di bumi manusia, hal itu tidak dapat dihindarkan oleh siapa pun karena takdir dan kehendak Tuhan (Sang Hyang Widhi).

%d blogger menyukai ini: